Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Mardani Haramkan 2019 Ganti Presiden, TKN: Negarawan!

Nasional

Mardani Haramkan 2019 Ganti Presiden, TKN: Negarawan!

Sabtu, 04 Mei 2019 10:18
Detik.com
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyetujui sikap Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera untuk menghentikan aksi 2019 Ganti Presiden. TKN menilai Mardani telah menunjukkan sikap kenegarawan.

"Itulah sikap politik yang benar. Pak Mardani telah menunjukkan kenegarawanannya dalam menyikapi pilihan politik rakyat yang telah menentukan pilihannya pada 17 April 2019," ujar jubir TKN Ace Hasan Syadzily, ketika dihubungi Sabtu (4/5/2019)

Ace mengatakan sikap Mardani dapat menjadi contoh pagi politisi lain yang menyerukan tagar 2019GantiPresiden. Dengan begitu, menurutnya tidak perlu lagi ada ancaman people power.

"Seharusnya sikap Mardani ini diikuti oleh koleganya yang selalu mengusung tagar #2019gantiPresiden, seperti Neno Warisman yang selama ini masih sangat aktif dalam menginisiasi Ijtima Ulama. Tidak perlu lagi ancam mengancam people power segala. Toh people power sudah dilakukan pada tanggal 17 April juga," ucapnya.

Ace pun meminta BPN agar behenti membuat narasi yang bersifat memanas-manasi rakyat. Bila menemukan kecurangan lebih baik menurutnya laporkan saja ke Bawaslu.

"Kita sudahi mengkompor-kompori rakyat dengan narasi-narasi yang tidak dapat dibuktikan. Kalau ada kecurangan dan pelanggaran pemilu, lebih baik laporkan kepada Bawaslu atau nanti ke MK," katanya.

"Sudah saatnya kita move on. Kita sama-sama bangun bangsa ini sesuai dengan peran kita masing-masing. Pasangan Jokowi-Kyai Ma'ruf insya Allah memimpin Indonesia lima ke depan. Sementara, silahkan koalisi yang lain menjadi mitra kritis pemerintahan Jokowi. Itu juga peran yang penting untuk membangun bangun bangsa," lanjut Ace.

Sebelumnya Mardani memberikan pernyataan itu sambil menanggapi soal rekonsiliasi. Ia kemudian meminta agar antar kubu tak perlu saling sahut karena Pemilu sudah selesai. Bahkan ia pun berhenti untuk menyerukan tagar 2019GantiPresiden, istilahnya adalah "mengharamkan".

"Contoh nih saya dikenal penggagas hashtag 2019GantiPresiden. Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Sekarang apalagi, sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal," ujar Mardani di kompleks DPR, Jakarta, Jumat (3/5/2019).


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.