Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Menlu Tak Akan Toleransi Jika Staf KBRI Terlibat Suap di Singapura

Nasional

Menlu Tak Akan Toleransi Jika Staf KBRI Terlibat Suap di Singapura

Kamis, 22 Nov 2018 13:57
Detik.com
Menlu Retno Marsudi.
Jakarta - Nama salah seorang staf KBRI Singapura disebut-sebut dalam kasus 3 warga Singapura yang terlibat kasus suap. Menlu Retno Marsudi menegaskan tak akan menoleransi jika staf itu juga terlibat dalam kasus.

"Kita tidak ada toleransi," kata Retno saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/11/2018).

Staf tersebut kini sudah dipulangkan ke Jakarta. Dia dikembalikan ke instansi asalnya untuk pemeriksaan internal.

Belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan internal tersebut. KBRI Singapura telah menegaskan bahwa tiga warga Singapura yang terlibat suap tak punya hubungan kerja dengan mereka.

"Ketiga warga Singapura yang diajukan ke pengadilan tidak memiliki hubungan kerja dengan KBRI Singapura," kata KBRI Singapura dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Sebelumnya diberitakan 3 warga Singapura, termasuk seorang agen asuransi, dijerat dakwaan penyuapan yang mengatasnamakan seorang pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia. Otoritas Singapura menyatakan pihak Kedubes Indonesia tidak terlibat dalam kasus ini.

Tiga warga Singapura yang dijerat dakwaan disebut bernama Yeo Siew Liang James (47) yang merupakan agen asuransi untuk AIG Asia Pacific Insurance dan Liberty Insurance, kemudian Abdul Aziz Mohamed Hanib (63) yang seorang penerjemah lepas dan Chow Tuck Keong Benjamin (55).

Disebutkan Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB), seperti dilansir Channel News Asia dan todayonline.com, Rabu (21/11/2018), suap itu dimaksudkan untuk membantu dua perusahaan asuransi tersebut dalam mendapatkan akreditasi penyedia jaminan performa bagi pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura. Jaminan performa menjadi persyaratan baru bagi setiap majikan yang mempekerjakan PRT Indonesia.

Pejabat KBRI Singapura itu tidak ikut didakwa bersama tiga warga Singapura itu. Dalam pernyataannya, CPIB menyatakan pihak Kedubes Indonesia tidak terlibat dalam kasus ini. CPIB juga menyatakan bahwa AIG Asia Pacific Insurance dan Liberty Insurance tidak terlibat.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.