Nasional
PAN: Ceramah Habib Bahar Reaksi atas Ketidakadilan Terhadap Ulama
Jumat, 30 Nov 2018 10:48
"Saya sangat bisa merasakan kekecewaan, bahkan mungkin kemarahan Habib Bahar, para ulama, dan habaib lainnya. Itu adalah reaksi yang manusiawi terhadap berbagai kasus ketidakadilan yang dialami sejumlah ulama, habaib dan aktifis Islam. Kriminalisasi dan tindakan semena-mena juga terjadi," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo saat dihubungi, Jumat (30/11/2018).
Dradjad lalu menyinggung sejumlah kasus yang dinilainya sebagai kriminalisasi terhadap ulama. Misalnya, kasus Habib Rizieq Shihab, pembacokan ahli IT Hermansyah, terbunuhnya Ustad Prawoto dari Persis, penganiayaan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah di Cicalengka, hingga perlakuan terhadap dosen Uhamka Alfian Tanjung.
"Kasus Buni Yani hingga pemeriksaan Dahnil A Simanjuntak mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah dan Ahmad Fanani. Selebritas Neno Warisman dan Ahmad Dhani juga mengalami hal sama. Yang tidak muncul di media? Ada juga," jelasnya.
Kendati demikian, Dradjad mengatakan memang seharusnya semua pihak bijaksana dalam memilih tutur kata untuk mengkritik seorang presiden. Sehingga kritik tersebut tak membuat suhu politik semakin memanas.
"Kalau saya, mungkin akan memilih kalimat lain meski tetap kritis. Mungkin saya akan pilih kalimat seperti 'Pemerintahan pak Jokowi gagal menjamin keadilan hukum dan bidang lainnya bagi seluruh anggota masyarakat'," kata Dradjad.
"Biar suhu politik lebih adem, saya berharap pertama, semua pihak tidak lagi memakai retorika yang kasar atau vulgar. Kita bicara substansi kebijakan saja. Tentu ajakan ini juga berlaku ke kader PAN," sambungnya.
Namun, di sisi lain, Dradjad juga meminta pemerintah untuk menghentikan ketidakadilan dan tindakan semena-mena dari oknum aparat. Dia berharap Jokowi tak tebang pilih dalam menegakkan keadilan dan memberikan teguran.
"Semoga Presiden berkenan menegur keras mereka. Ketiga, tolong istana lebih adil dalam menyikapi rakyat yang mengadu ke Presiden. Guru honorer, dokter terkait BPJS Kesehatan dan pendemo lainnya tolong didengar juga. Pak Jokowi kan Presiden kita semua. Bukan hanya bagi pendukung beliau saja," kata Dradjad.
Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dipolisikan Jokowi Mania dan Cyber Indonesia gara-gara ceramah kontroversial menyebut 'Jokowi kayaknya banci'. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta