Nasional
PDIP Temui Pemasang Raja Jokowi, Diupah Rp 5 Ribu/Poster
Rabu, 14 Nov 2018 11:16
"Ini tiba-tiba di Jateng dihujani gambar Pak Jokowi pakai baju raja. Ada poster, stiker, ono (ada) logo PDIP nya," ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/11/2018).
Bambang menyatakan pihaknya tidak memasang alat peraga kampanye (APK) 'Raja Jokowi'. Ia juga telah mengonfirmasi ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin dan DPP PDIP. Hasilnya sama, atribut tersebut bukan dipasang pihak internal Jokowi-Ma'ruf.
"Yang pasti bukan dari PDIP dan partai koalisi. Ini pelecehan. Tapi kita tunggu, kalau ada yang masang, kan ada yang punya. Kami tunggu pemilik APK di kantor partai," jelas Bambang.
"Hari ini kita tunggu yang punya atribut tersebut untuk datang, konteksnya akan diamankan. Kalau ksatria, berani berbuat berani tanggung jawab," imbuh Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma'ruf tersebut.
Untuk itu, baik PDIP dan timses Jokowi-Ma'ruf Jateng belum akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Bambang menyatakan masih menunggu pemilik atribut 'Raja Jokowi' untuk gentle mengaku.
"Apakah mau dilapor ke ranah hukum, nanti dulu. Kami dalam posisi menunggu. Untuk diskusi. Tidak mungkin itu tidak ada yang punya," sebut Wakil Ketua Komisi I DPR itu.
Menurut Bambang, pihaknya sudah bertemu dengan orang yang memasang atribut. Dari pengakuan pemasang, mereka hanya disuruh dan mau melakukannya karena mendapat imbalan uang.
"Sudah ada, yang masang sudah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Itu kan masang poster, stiker dikasih uang. Setiap satu poster ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 5 ribu, Rp 25 ribu. Itu kan ada ribuan," tutur Bambang.
Seperti diketahui, poster-poster dan stiker bergambar 'Raja Jokowi' tersebar di Jawa Tengah. Desainnya serupa, yakni gambar Jokowi mengenakan mahkota khas Raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan pemilik atribut itu merupakan kaum anti-Jokowi di Pemilu 2019. Apakah dari kubu lawan politik atau tidak, masih belum jelas.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta