Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pakar Semiotika Tersentuh Dialog Ustaz Somad-Prabowo

Nasional

Pakar Semiotika Tersentuh Dialog Ustaz Somad-Prabowo

Sabtu, 13 Apr 2019 10:20
Foto: Ustaz Abdul Somad bertemu Prabowo Subianto. (Tangkapan layar video Youtube Indonesia AdilMakmur).
JAKARTA - Pakar semiotika Dr Acep Iwan Saidi punya analisis tersendiri soal dialog antara capres Prabowo Subianto dengan Ustaz Abdul Somad. Analisis itu terkait dengan ucapan Somad kepada Prabowo yang minta tak diundang ke Istana jika Prabowo menang Pilpres 2019.

"Kalau Bapak nanti memang duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena saya dari sana. Saya orang kampung. Kedua, jangan Bapak beri saya jabatan apa pun," ucap Somad sebagaimana perbincangan yang diunggah di channel YouTube Indonesia AdilMakmur, Kamis (11/4/2019) dan dikutip oleh Acep. Video pertemuan itu berdurasi 12.45 menit.

Dia mengaku merinding mendengar kalimat tersebut. Menurutnya, ada semacam aura yang terpancar.

"Saya merinding. Bukan semata karena ikut larut dalam 'dialog sunyi' itu. Bukan juga karena melihat seorang 'Jenderal (Purnawirawan) Lapangan' yang berurai air mata karena ungkapan tersebut. Tapi, ada semacam aura yang menembus keluar dari layar kaca. Sesuatu yang misterius," kata Acep dalam keterangan tertulis.

Acep lalu mengatakan dialog itu membuatnya berimajinasi mengenang berbagai tokoh besar di masa lalu. Dia menyebut banyak ulama dalam berbagai riwayat yang disebut tidak tergoda oleh tahta dan tak hirau pada harta.

"Bukankah banyak tercatat dalam riwayat, ulama yang tidak tergoda oleh tahta, tidak hirau pada harta. Alih-alih mengendap-endap ke istana menjilati ranum anggur kuasa, mereka justru mencampakkannya. Mereka sadar benar, maqam ulama tidak di istana, bahkan di dekatnya sekalipun. Dan UAS memotong ruang yang menghubungkannya: 'jangan bapak undang saya ke istana!'," ujar Acep.

Menurutnya, selama ini banyak perbincangan soal relasi antara ulama dan umara. Somad, kata Acep, tiba-tiba muncul dari belantara perbincangan itu dan meletakkan kembali martabat ulama pada maqamnya.

"UAS (Ustaz Abdul Somad) sekonyong-konyong muncul dari belantara jargon bahasa sedemikian. Ia letakkan kembali martabat ulama pada maqamnya. Ia datang kepada kuasa bukan untuk terlibat, melainkan untuk memberikan amanat. Dititipkannya pesan simbolik, tasbih dan minyak wangi. Berzikirlah wahai umara dan sebarkan wangi zikir itu kepada rakyatmu. Saya merinding. Dari dialog tersebut memancar martabat, sejatinya demikianlah wibawa ulama. Barangkali karena itu pula, seorang jenderal lapangan tidak berdaya menahan air mata," jelasnya.

Acep menilai bisa saja aura perbincangan itu tak akan sedahsyat yang dia analisis jika bukan Somad yang bicara. Menurut Acep, salah satu yang membuat dialog itu dinilainya dahsyat adalah Somad yang menolak tawaran cawapres beberapa waktu lalu.

"Tapi, tidak. Ustaz muda itu melompat melampaui usianya masuk ke dalam goa kesucian hati, menghentakkan rasio yang banal. Ia seperti telah menemukan sebuah kalimat, 'salah satu tempat bersemayamnya godaan adalah pikiran'. Bukankah hanya akal yang bisa memberi kesan yang salah menjadi seolah-olah benar. Ketika Allah berfirman bahwa manusia dibekali akal untuk melawan iblis, sepertinya iblis sadar, akal pula yang mesti menjadi sasaran utama serangannya. UAS tidak mau mengakali nuraninya," tutur Acep.

"Dan Jenderal lapangan itu menangis. Betul kata penyair, 'Kopi yang diseduh dengan hati, manisnya akan sampai ke hati'. Tentu saja, kopi demikian tidak akan pernah sampai kepada yang tidak punya hati," pungkas Acep.




Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.