Nasional
Panitia Reuni 212 Tegaskan Tak Mobilisasi Massa dari Daerah
Sabtu, 01 Des 2018 10:11
"Kalau yang dari daerah sebagian sudah ada yang datang. Dari Ciamis yang sudah, dari Jatim, Jateng, Jabar sudah mulai sebagian masuk itu," kata Panitia Gabungan Reuni 212 yang juga Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak saat dihubungi, Jumat (30/11/2018) malam.
Ia mengaku bukan berarti panita Reuni 212 mengkoordinir peserta yang hadir. Melainkan hanya mendapat informasi adanya peserta reuni 212 yang sudah jalan.
"Tapi kan kita tidak mengepul gitu. Jadi kita hanya mendengar ada yang sudah masuk di sana di sini gitu saja. Mereka punya tujuan tempat masing-masing ada yang di mesjid dan ada yang apa," ujarnya.
Yusuf menegaskan, massa tersebut datang dari daerah tergerak karena memiliki kesamaan komitmen dan semangat perjuangan . "Tapi soal kedatangan dan kepulangan kita hanya menyampaikan selamat datang dan mereka menyampaikan semangat dalam perjalanan pulang kembali. Tidak mengkoordinir dan mobilisasi, nggak mampu kalau gitu," sambung Yusuf.
Ia menyebut saat ini persiapan panitia sudah matang. Panggung di kawasan Monas juga sudah dipasang sejak semalam untuk kegiatan tersebut.
Yusuf menyebut diperkirakan massa yang akan hadir melebihi pada saat aksi 212 pada 2017 lalu, ia menargetkan 4 juta peserta akan hadir pada reuni itu. Dia memperkirakan mulai malam harinya (1/12) peserta kemungkinan sudah tiba di Monas untuk persiapan salat tahajud yang dijadwalkan pukul 03.00 WIB pada (2/12).
"Jam 03.00 nggak ada pengisi acara, kita salat tahajutd, salawat, subuh, terus kita rehat, sarapan pagi, lalu baca maulid dan tausiyah. Setelah itu jam 08.00 atau 09.00 baru ada sambutan-sambutan," sambungnya.
Ia menambahkan panitia juga telah menyiapkan ketersediaan kantong sampah agar peserta tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu panitia juga akan menyiapkan panitia yang melakukan bersih-bersih usai reuni tersebut selesai.
"Memang masing-masing mereka nggak mau ada sampah-sampah. Jadi mereka masing masing sudah mengamankan bekas makanan. Dan disediakan tempat plastok buat buang. Nanti di belakangan paling akhir ada pasukan pemungut sampah. Ada berapa ribu. Bukan bangsa yang kemarin itu kotoran dimana mana, rumput diinjek-injek, sampah dimana mana itu yang harus di tegur," tutupnya.
(detik.com) nasional
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta