Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pasca-Bom Sri Lanka, Polri Perkuat Monitoring dan Pengamanan

Nasional

Pasca-Bom Sri Lanka, Polri Perkuat Monitoring dan Pengamanan

Senin, 22 Apr 2019 14:17
Detik.com
Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
JAKARTA - Polri meminta masyarakat tetap tenang pasca-bom di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 290 orang. Polri mengatakan ancaman teroris dalam negeri sudah diantisipasi sejak jauh hari oleh Densus 88 Antiteror dan Satgas Antiteror di jajaran polda.

"Pasca kejadian teroris di Sri Lanka, Kepolisian Republik Indonesia jauh sebelum kejadian itu atau pasca di Sibolga (Sumatera Utara), sudah melakukan mapping, profiling dan identifikasi terhadap sleeping-sleeping cell yang ada di Indonesia," terang Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019)

Dedi menuturkan kegiatan monitoring telah diperkuat sejak jaringan teroris Abu Hamzah diungkap. Dedi menegaskan Densus 88 Antiteror telah berpengalaman dalam hal memitigasi pergerakan teroris.

"Penguatan terhadap monitoring terus dilakukan baik dari seluruh Satgas Antiteroris dan radikalisme di polda-polda dengan Densus 88, dan stakeholder terkait, terus melakukan monitoring sleeping cell maupun di beberapa wilayah," jelas Dedi.

"Masyarakat diharap untuk tenang dan percayakan kepada kepolisian yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun untuk melakukan antisipasi dan penegakkan hukum terhadap kelompok teroris yang ada di Indonesia," sambung Dedi.

Sebelumnya rentetan ledakan bom di Sri Lanka menewaskan sedikitnya 290 orang, terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.

Terkait rentetan ledakan bom mematikan itu, Kepolisian Sri Lanka saat ini telah menangkap sekitar 24 tersangka. Para tersangka dilaporkan berkewarganegaraan Sri Lanka, dengan kebanyakan ditangkap di Colombo dan wilayah sekitarnya.

Sejauh ini belum ada kelompok maupun pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan-ledakan bom ini. Para penyidik akan memeriksa apakah ada keterkaitan 'jaringan luar negeri' pada mereka yang ditangkap.

Namun diketahui bahwa aparat keamanan Sri Lanka sebenarnya telah mendapatkan informasi dan peringatan soal rencana serangan bom bunuh diri di negara tersebut. Peringatan itu dilaporkan telah diterima polisi sekitar 10 hari sebelumnya dan disebarkan kepada otoritas terkait di Sri Lanka.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.