Nasional
Pelaku Industri Petrokimia Indonesia Diminta Perluas Pasar Globar di Achema
Laporan : Joko Prasetyo
Rabu, 21 Mar 2018 10:27
Menurut CEO Dechema Ausstellungs GmbH, Thomas Scheuring, mengungkapkan tahun ini, pihaknya akan fokus pada bidang alat produksi bahan kimia, peralatan petrokimia dan bioteknologi. "Achema merupakan iven pendorong inovasi di sektor industri, pemasaran sekaligus penciptaan tren sektor petrokimia," katanya dalam jumpa pers yang diinisiasi oleh Ekonid, Senin (19/3/2018), di Jakarta.
Indonesia sebagai negara berkembang dan memiliki sumber alam yang melimpah sangat berpeluang menjadi negara yang maju industrinya. "Untuk kemajuan industri dan perluas pasar global tersebut diperlukan referensi informasi yang bisa didapat, salah satunya dari pameran ini,'' ujar Thomas.
Thomas mengatakan Bioteknologi, industri kimia dan obat-obatan (farmasi) dunia, menurut Thomas, berkembang sangat cepat dan dinamis. Produksi yang membutuhkan ketrampilan dan ketelitian ini juga sangat fleksibel untuk menapaki revolusi industri ke-4 atau industy 4.0. Era ini mensyaratkan kepedulian lingkungan, termasuk di sektor bioteknologi kimia.
Thomas menyebutkan pameran yang digelar 3 tahun sekali ini, akan diikui lebih dari 3.600 perusahaan dari 56 negara di dunia. Jumlah pengunjungnya diprediksi mencapai 170.000 orang dengan luas area pameran mencapai 135.000 m2. Achema 2018 juga diisi dengan banyak lokakarya dan sesi diskusi serta tukar pikiran dari 800 pakar dari seluruh dunia.
"Per hari ini sudah ada 3.000 perusahaan pendaftar dan akan terus bertambah. Diperkirakan akan ada 5 pemaper lagi," tuturnya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono menilai pameran Achema 2018 ini sangat penting bagi pengusaha Indonesia, khususnya dalam rangka mencari referensi perkembangan industri petrokimia dunia. "Apalagi di pameran ini akan ditampilkan inovasi teknologi terkini, yaitu revolusi industri 4,0 yang berhubungan efisiensi dan pemanfaatan Internet of Things (IoT),'' ujarnya.
Sigit menuturkan investor Jerman berminat membangun pabrik petrokimia di Bintuni, Papua Barat. Hal itu dilakukan dalam rangka mendukung peningkatkan struktur industri nasional yang terus berkembang.
"Pemerintah Indonesia sangat mendukung keinginan Jerman membangun pabrik petrokimia itu sekaligus untuk melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke negara itu, sekaligus untuk pemerataan pembangunan di Indonesia," katanya. (jok) nasional
Kebakaran Hebat Landa Johar Baru, Puluhan Rumah Ludes Terbakar
JAKARTA-Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Jalan Tanah Tinggi IV, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (4/6). Insiden ini dilaporkan warga terjadi sekira puku
Dari Pakaian, Buku Hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
PEKANBARU-Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Dari akar yang menahan tanah, daun yang membantu memperbaiki kualitas udara, hingga batang yan
Bak Aksi Film, Polisi Kejar-kejaran dengan Driver Mobil Pembawa 113 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara menggagalkan peredaran 113 kilogram sabu-sabu yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional Malaysia. Dalam operasi tersebut, polisi
Presiden Prabowo Usai Copot 3 Pimpinan BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri
Presiden Prabowo Subianto angkat suara mengenai pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil usai dirinya menerima laporan bahwa ada indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan
Polres Inhu Buru Terduga Pelaku Penembakan Pekerja PT SBP
RENGAT-Jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) saat ini tengah menyelidiki dugaan penembakan dan pengeroyokan menggunakan senjata tajam terhadap pekerja PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP) dan memburu para