Nasional
Pemuda Perindo: Jaksa Agung Bukan Teladan yang Baik
Rabu, 13 Apr 2016 09:43
JAKARTA - Pemuda Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merasa miris dengan adanya pemberitaan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jaksa di beberapa daerah, belakangan ini.
Menurut Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra, tertangkapnya jaksa dalam OTT oleh KPK di kantor Kejati Jabar dan beberapa minggu sebelumnya di Kejati Jakarta semakin menunjukan keterpurukan manejemen pengelolaan jaksa yang ideal di dalam institusi Kejaksaan Agung di era Jaksa Agung HM Prasetyo ini.
"Dua penangkapan jaksa berturut-turut di Jakarta dan di Jawa Barat menunjukan kelemahan pengawasan jaksa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, sehingga dalam periodik waktu tertentu bisa sekaligus terkena aksi OTT oleh KPK," dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/4/2016).
Effendi menambahkan, dua penangkapan Jaksa di dua wilayah hukum yang digerebek langsung di kantor Kejaksaan Tinggi masing-masing jelas menjadi aib yang memalukan institusi kejaksaan di bawah era kepemimpinan HM Prasetyo, dan skandal memalukan ini jelas-jelas hanya terjadi di era HM Prasetyo.
Penangkapan Jaksa dalam OTT ini menjadi bukti sahih, bahwa Jaksa Agung HM Prasetyo yang berasal dari partai politik (parpol) terlalu banyak berwacana dan hanya melakukan manuver-manuver politik demi pencitraan, tanpa melihat bobroknya sistem pengawasan kejaksaan di tingkatan bawah.
Penangkapan Jaksa di OTT ini juga semakin memperlihatkan bahwa Figur HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung tidak memberikan suri teladan bagi jaksa-jaksa di bawahnya, jaksa-jaksa di bawah seolah kehilangan sosok panutan pemimpin yang baik dan berintegritas dalam penegakan hukum.
"Terkait hal ini, mengingat hal tersebut adalah bukti kegagalan kinerja Jaksa Agung, maka kami meminta agar presiden jokowi segera me-reshuffle posisi Jaksa Agung agar lembaga yang sangat strategis dalam penegakan hukum ini dapat bersih dan menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum di Negara ini.
Selain itu, HM Prasetyo juga diminta dengan suka rela mengakui kegagalannya dalam pembinaan dan pengawasan serta sistem manejemen kejaksaan untuk mundur dari jabatannya sebagai Jaksa Agung, karena telah gagal dalam mengamban misi penegakan hukum.
"Meminta agar selanjutnya posisi Jaksa Agung diberikan kepada tokoh-tokoh bangsa yang berintegritas dan terbebas dari kepentingan-kepentingan pribadi maupun kelompok ataupun kepentingan politis lainnya," tuturnya. (okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri