Pengamat: Ada Kejanggalan di Penghentian Kasus Novel Baswedan
Selasa, 23 Feb 2016 10:34
JAKARTA-Pakar hukum tata negara Universitas Khairun, Ternate, Margarito Kamis menilai ada kejanggalan dalam penghentian kasus Novel Baswedan lantaran keputusan tersebut dicetuskan setelah pihak Kejaksaan Agung bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ini bentuk kongkrit dari pertemuan Jaksa Agung dengan Presiden, kan mereka pernah bertemu setelah dilimpahkan ke pengadilan ada ribut sedikit tuh, terus Presiden panggil Kejagung dan Polisi, nah disitulah muncul bahwa kasus novel dihentikan. jangankan patut dicurigai, memang sudah harus curiga," ujar Margarito saat berbincang dengan Okezone, Selasa (23/2/2016).
Dirinya menjelaskan, kecurigan itu berdasarkan pada berkas yang sudah masuk ke Pengadilan namun dianggap tak memiliki cukup bukti, seharusnya apabila berkas yang sudah masuk ke Pengadilan tersebut dipastikan telah lengkap.
"Satu kasus dua hukum, satu kasus dua kacamata, dua akal, itu yang paling gampang kita bilang, karena kan sudah sampai di pengadilan, kalau sudah sampai di pengadilan sudah tidak ada lagi kata tidak cukup bukti, tidak ada lagi kadaluarsa, selesai sudah barang itu, tapi ini dihentikan," tukasnya.
Sebelumnya diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menghentikan kasus yang menjerat mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Basdewan pada Senin, 22 Januari 2016.
Penghentian kasus tersebut menurut Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Noor Rachmad, Rahmat, karena pihaknya tidak memiliki bukti yang cukup. Selain itu, kasus yang menyeret mantan penyidik KPK tersebut telah dinilai kadaluarsa.
"Perkara dihentikan karena kurang cukup bukti dan daluarsa (kadaluwarsa), itu yang menjadi pertimbangan kami selaku jaksa penuntut umum," ujar Noor Rachmad, dalam konferensi persnya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, kemarin. (okezone.com)
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta