Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pengamat: Semua Pihak di Pilpres Harus Mampu Bertindak Negarawan

Nasional

Pengamat: Semua Pihak di Pilpres Harus Mampu Bertindak Negarawan

Sabtu, 20 Apr 2019 08:51
Veri Muhlis (Foto: dok. Konsepindo)
JAKARTA - Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman optimistis menanggapi situasi terkini pasca pemungutan suara dan pengumuman hasil quick count berbagai lembaga survei. Menurutnya, reaksi kedua kubu sama-sama kecewa dengan hasil quick count yang telah diumumkan.

"Kubu Jokowi pasti kecewa karena walaupun dinyatakan unggul, tetapi tidak sampai di angka 60 persen. Sementara, kubu Prabowo pasti kecewa karena raihan suaranya menurut quick count tidak sampai 50 persen," ujar Veri dalam keterangannya, Jumat (19/4/2019).

Veri menilai reaksi emosi sesaat bisa dipahami, namun jika terus dipelihara dan bahkan diorganisir agar menjadi kekuatan pendesak, pasti akan menjadi tidak sehat.

"Semua pihak seharusnya mampu meredam potensi konflik dan bertindak sebagai negarawan. Kepentingan negara harus berada di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pilpres adalah agenda negara lima tahunan dan selama ini negara sudah berpengalaman melaksanakannya dengan aman, damai, dan melahirkan pemimpinan yang sah," katanya.

Menurut Veri, quick count yang sudah diumumkan oleh berbagai lembaga survei hanya alat untuk mengetahui dengan cepat hasil pemil. Quick count, disebut Veri, adalah cara ilmiah dan penemuan besar dalam bidang riset sosial.

"Kita bisa memprediksi hasil populasi jauh sebelum selesai dihitung. Quick count juga bukan hal baru, dari pilpres ke pilpres dan pilkada sudah dipakai. Sekali lagi, (quick count) sebagai alat untuk mengetahui dengan cepat, jadi bukan hasil resmi sifatnya," jelasnya.

Veri yang juga Direktur Utama Lembaga Survei Konsep Indonesia itu mengimbau semua pihak untuk menunggu penghitungan resmi dari KPU. Ia juga meminta semua pihak untuk berdamai dan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Soal satu kubu mengklaim menang, silakan buktikan kepada publik, memakai cara apa dan bagaimana. Kalau ada quick count sendiri, silakan dibuka datanya, kalau juga atas dasar real count, hal yang sama berlaku. Sementara, jika yang lain mendeklarasikan kemenangan atas hasil quick count, sah-sah saja dilakukan, itu sudah menjadi tradisi juga pasca pemilu digelar. Beberapa partai sudah mengakui hasil quick count, yang metode dan pelaksana di lapangannya sama," tutur Veri.

"Ini saatnya semua pihak berdamai. Beda pilihan dalam konteks demokrasi akan membawa persatuan yang baru, yang lebih indah. Semua harus berpikir soal persatuan, menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok," pungkasnya.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.