nasional
Polisi Diminta Bebaskan Mahasiswa dan Pelajar yang Ditangkap Usai Demo di DPR
detik.com
Jumat, 27 Sep 2019 15:11
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid meminta polisi untuk membebaskan seluruh mahasiswa dan pelajar yang masih ditahan di Polda Metro Jaya. Sejumlah mahasiswa dan pelajar saat ini masih dilakukan penahan terkait aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI.
"Kami mendesak kembali pihak kepolisian untuk membebaskan para mahasiswa dan juga pelajar-pelajar yang ditangkap terkait aksi demonstrasi mahasiswa," kata Usman di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9).
Nantinya, pernyataan itu akan ia sampaikan bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
"Ini (Demonstrasi) semuanya bagian dari partisipasi masyarakat untuk memastikan pemerintah berjalan dengan baik," ujarnya.
Diketahui, sejumlah mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah melakukan aksi di Gedung DPR/MPR RI pada 23-24 September 2019. Aksi dilakukan untuk menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan menolak Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat sore hari, aksi tersebut menjadi ricuh akibat massa memaksa untuk masuk ke dalam Gedung DPR/MPR RI. Namun, polisi coba untuk menghadang dengan menembakan water cannon dan gas air mata kepada massa aksi.
Saat itu, massa melakukan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah petugas sambil lari dan berpencar ke beberapa titik sekitaran Gedung DPR/MPR RI hingga sampai ke jembatan Semanggi. Bentrokan pun berlangsung hingga malam hari.
Dalam aksi tersebut, beberapa pos polisi menjadi korban amuk massa dengan cara membakarnya seperti di pos polisi Pal Merah dan pos polisi di Jalan Gerbang Pemuda yang berada tak jauh dari Gedung DPR.
Sebanyak 94 mahasiswa telah diamankan polisi diduga melakukan perusakan tersebut. Kemudian, 56 mahasiswa telah dipulangkan karena tidak terbukti bersalah. Kini, 38 mahasiswa lainnya masih ditahan di Polda Metro Jaya.
Sementara, untuk jumlah pelajar SMP, SMA dan SMK yang ditangkap tidak dirincikan secara gamblang. Meski begitu, sebanyak 570 pelajar sudah dipulangkan dan beberapa pelajar lainnya masih ditahan, karena terbukti membawa senjata tajam saat demonstrasi.
nasional
Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang
GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per
PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban
PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria
Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi
PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot
Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta
PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.
Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.
BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki