Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Polri Selidiki Kaitan Penembakan Warga dan Mahasiswa saat Demo di Kendari

nasional

Polri Selidiki Kaitan Penembakan Warga dan Mahasiswa saat Demo di Kendari

detik.com
Jumat, 27 Sep 2019 15:23
detik.com
Jakarta - Peristiwa penembakan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tak hanya menimpa dua mahasiswa, tetapi juga seorang warga bernama Putri. Polisi menyebut jarak antara rumah Putri dengan lokasi demonstrasi sejauh 3 kilometer.

"Saat ini juga sedang dilakukan penyelidikan atas informasi adanya seorang ibu atau perempuan tertembak, di mana jarak antara rumah tempat ibu itu berada dengan lokasi demonstrasi 2 sampai 3 kilometer," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Polisi pun menyelidiki ada atau tidak kaitannya penembakan yang dialami Putri dengan yang dialami dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19).

Menurut Iqbal tak ada proyektil yang ditemukan bersarang di tubuh Randi dan Yusuf. Sementara itu polisi menemukan proyektil bersarang di kaki Putri.

"Dua orang itu masuk dan keluar tembakannya tidak sehingga tidak ditemukan proyektil. Yang ditemukan proyektil di ibu itu. Semoga barang bukti proyektil itu dapat membuat terang insiden ini," ujar Iqbal.

Iqbal menerangkan polisi dapat menganalisis jenis senjata yang digunakan penembak dan identitas penembak dari proyektil yang bersarang di kaki Putri.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhard menjelaskan Putri tertembak saat sedang tidur di rumahnya, sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (26/9). Dia tiba-tiba merasa sakit pada betis sebelah kanannya.

Putri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah mendapat penanganan medis, baru diketahui jika ternyata ada luka tembak. Belum diketahui siapa pelaku penembakan itu.

"Barang buktinya sudah diangkat, berupa proyektil. Pelurunya diperkirakan kaliber 9 mm," ujar Harry.

Sedangkan Yusuf dan Randi merupakan dua dari ribuan massa aksi yang tergabung saat mengikuti unjuk rasa di Gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9) menolak RKHUP dan UU KPK. Bentrok pecah setelah massa aksi awalnya melempar batu ke arah gedung DPRD Sultra dan dibalas dengan tembakan gas air mata.
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 29 Mei 2026 16:42

    Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang

    GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:19

    PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:14

    Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi

    PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:07

    Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta

    PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:00

    Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.

    BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.