Senin, 10 Agu 2026
Nasional,
Prabowo Perintahkan Pangkas Anak Cucu BUMN, Sasar Pertamina dan PLN
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 10 Agu 2026 15:40
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemangkasan struktur dan anak cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Instruksi ini secara khusus diarahkan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN agar lebih ramping dan efisien.
Arahan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menerima Direktur Utama PT Pertamina, Simon A. Mantiri di kediaman Hambalang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Rapat strategis ini turut dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya," terang Teddy melalui keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).
Percepat Pengambilan Keputusan
Kebijakan perampingan ini diambil untuk memangkas birokrasi internal perusahaan pelat merah. Menurut Teddy, jumlah anak perusahaan yang terlalu banyak kerap memperlambat gerak korporasi.
"Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," paparnya.
Selain membahas struktur perusahaan, pertemuan tersebut juga mengulas progres sektor energi. Simon melaporkan perkembangan Program Mandatori Biodiesel 50 persen (B50) yang sebelumnya diluncurkan Presiden Prabowo, Juli 2026 lalu. Pemerintah saat ini juga sedang mematangkan kesiapan infrastruktur untuk tahapan mandatori bioetanol.
Penghematan Capai Puluhan Triliun
Kebijakan pemangkasan BUMN sejatinya sudah berjalan dan menunjukkan hasil signifikan. Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026), Prabowo mengungkap laporan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terkait keberhasilan konsolidasi 250 entitas BUMN dari total 1.077 entitas yang ada dalam waktu sekitar 18 bulan.
"Mereka laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN overhead biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun, gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," ungkap Prabowo.
Presiden memproyeksikan angka penghematan ini akan terus bertambah seiring berjalannya proses perampingan lanjutan. Targetnya, pada 31 Desember 2026, efisiensi anggaran BUMN bisa menembus Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/prabowo-perintahkan-pangkas-anak-cucu-bumn-sasar-pertamina-dan-pln.html
komentar Pembaca