Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Sabtu, 19 Des 2015 08:14
Ilustrasi
Menteri ESDM Sudirman Said
JAKARTA - Perkara rekaman PT Freeport Indonesia yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai telah menimbulkan kegaduhan di Kabinet Kerja. Belum lagi ditambah dengan peran serta Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ikut-ikutan mengusut perkara tersebut.

Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Syahroni mengatakan, sejak awal Presiden Jokowi sudah mencanangkan timnya sebagai Kabinet Kerja. Bahkan, selalu mengumbar slogan kerja, kerja, dan kerja.

"Namun kenyataannya, bukannya kerja yang digalakkan oleh tim kabinetnya, tetapi lebih giat memproduksi kegaduhan demi kegaduhan. Yang mutakhir publik disuguhi kegaduhan soal 'papa minta saham'. Di mana Menteri ESDM Sudirman Said berperan sebagai penyulut sumbunya. Dan entah mengapa kemudian Jaksa Agung HM Prasetyo juga ikut-ikutan menyulut sumbu pada sisi yang lain," katanya kepada Okezone, Jumat (18/12/2015).

Syahroni menegaskan, kegaduhan yang ditimbulkan atas perkara tersebut sudah sempurna. Dirinya pun menuding pihak yang diuntungkan adalah kedua penyulut sumbu tersebut yang tak lain, Sudirman Said dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Jelas kedua penyulut sumbu itulah yang menangguk keuntungan. Setidaknya, citra keduanya terkerek tinggi sekali. Padahal bila dicermati, kinerja keduanya belum memberikan manfaat yang berarti buat rakyat," ujarnya.

Syahroni pun menyarankan Presiden Jokowi untuk bertindak tegas. Yakni dengan mengevaluasi tim kabinetnya yang terbukti hanya bisa menyulut sumbu kegaduhan.

"Bila Jokowi tidak bertindak tegas, khawatirnya tindakan menyulut sumbu ini akan ditiru oleh menteri-menteri yang lainnya. Bila hal ini sudah menjadi preseden, maka akan terjadi disharmonisasi di dalam kabinet. Jika itu yang terjadi maka sebaiknya Jokowi mengubah nama kabinetnya menjadi Kabinet Gaduh," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 06 Jul 2026 16:29

    â Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF

    PAGARDEWAâ€" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energ

  • Senin, 06 Jul 2026 16:28

    Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?

    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebu

  • Senin, 06 Jul 2026 16:04

    Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif

    PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.Satw

  • Senin, 06 Jul 2026 16:00

    DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan Tempat Hiburan Malam

    PEKANBARU �" Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru masih belum berjalan maksimal. Indikasinya, masih ditemukan tempat hiburan yang diduga be

  • Senin, 06 Jul 2026 15:45

    Perda Tanah Ulayat Riau Disiapkan, DPRD Bidik Penyelesaian Konflik Agraria dan Berantas Mafia Tanah

    PEKANBARU â€" DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanah Ulayat mulai membahas regulasi yang diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan agrari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor