Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Menteri Gaduh

Sabtu, 19 Des 2015 08:14
Ilustrasi
Menteri ESDM Sudirman Said
JAKARTA - Perkara rekaman PT Freeport Indonesia yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai telah menimbulkan kegaduhan di Kabinet Kerja. Belum lagi ditambah dengan peran serta Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ikut-ikutan mengusut perkara tersebut.

Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Syahroni mengatakan, sejak awal Presiden Jokowi sudah mencanangkan timnya sebagai Kabinet Kerja. Bahkan, selalu mengumbar slogan kerja, kerja, dan kerja.

"Namun kenyataannya, bukannya kerja yang digalakkan oleh tim kabinetnya, tetapi lebih giat memproduksi kegaduhan demi kegaduhan. Yang mutakhir publik disuguhi kegaduhan soal 'papa minta saham'. Di mana Menteri ESDM Sudirman Said berperan sebagai penyulut sumbunya. Dan entah mengapa kemudian Jaksa Agung HM Prasetyo juga ikut-ikutan menyulut sumbu pada sisi yang lain," katanya kepada Okezone, Jumat (18/12/2015).

Syahroni menegaskan, kegaduhan yang ditimbulkan atas perkara tersebut sudah sempurna. Dirinya pun menuding pihak yang diuntungkan adalah kedua penyulut sumbu tersebut yang tak lain, Sudirman Said dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Jelas kedua penyulut sumbu itulah yang menangguk keuntungan. Setidaknya, citra keduanya terkerek tinggi sekali. Padahal bila dicermati, kinerja keduanya belum memberikan manfaat yang berarti buat rakyat," ujarnya.

Syahroni pun menyarankan Presiden Jokowi untuk bertindak tegas. Yakni dengan mengevaluasi tim kabinetnya yang terbukti hanya bisa menyulut sumbu kegaduhan.

"Bila Jokowi tidak bertindak tegas, khawatirnya tindakan menyulut sumbu ini akan ditiru oleh menteri-menteri yang lainnya. Bila hal ini sudah menjadi preseden, maka akan terjadi disharmonisasi di dalam kabinet. Jika itu yang terjadi maka sebaiknya Jokowi mengubah nama kabinetnya menjadi Kabinet Gaduh," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.