Reshuffle Bukti Spekulasi Jokowi di 10 Bulan Pertama
Rabu, 12 Agu 2015 15:57
JAKARTA-Selang 10 bulan setelah menjabat sebagai pemimpin negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melakukan kocok ulang menteri pada jajaran Kabinet Kerja.
Berbeda dengan rezim sebelumnya, di periode pertama memimpin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru melakukan reshuffle, usai menjabat selama 14 bulan menjabat.
Kala itu, pada 5 Desember 2005, SBY mengocok ulang enam menterinya, yakni Boediono menggantikan Aburizal Bakrie sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, lalu Aburizal Bakrie menggantikan Alwi Shihab sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dan mengangkat Fahmi Idris Andung Nitimiharja sebagai Menteri Perindustrian.
SBY juga mengangkat Erman Soeparno menggantikan Fahmi Idris sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Lalu Paskah Suzetta menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Negara Kepala Bappenas. Terakhir, Sri Mulyani Indrawati didapuk sebagai Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Lalu pada 7 Mei 2007, SBY juga me-reshuffle delapan menteri. Di antaranya, Jusman Syafii Djamal menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan, kemudian Hatta Rajasa digeser menjadi Menteri Sekretaris Negara menggantikan Yusril Ihza Mahendra.
Kemudian Andi Mattalata diangkat sebagai Menteri Hukum dan HAM menggantikan Hamid Awaludin, lalu Lukman Edy diangkat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal menggantikan Saifullah Yusuf.
Menteri Komunikasi dan Informatika diisi oleh Muhammad Nuh. Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri BUMN. Mardiyanto diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Widodo Adi Sutjipto.
Sementara pada periode kedua mejabat sebagai RI-1, SBY juga dua kali melalukan reshuffle, yakni 17 Oktober 2011 terhadap lima kementerian dan satu menteri diganti pada 15 Januari 2013.
Namun, pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai, upaya kocok ulang kabinet tidak bisa dilihat dari rentang waktu kepemimpinan. Pasalnya, tiap pemimpin memiliki harapan serta konteks era yang berbeda.
"Tidak bisa dibandingkan, karena beda harapan dan beda orang," ujar Ray kepada Okezone, Rabu (12//8/2015).
Meski demikian, ia menganggap perombakan yang dilakukan siang tadi terhadap lima menteri serta Sekretaris Kabinet, merupakan bukti bahwa selama 10 bulan memimpin, mantan Gubernur DKI itu melakukan spekulasi.
Terlebih posisi Jokowi yang berada berbagai kepentingan. "Sebelumnya lebih spekulasi, mencari titik keseimbangan," imbuhnya.
Ray lantas memprediksi ke depannya, di mana Jokowi bakal kembali melakukan kocok ulang kabinetnya.
"Bakal ada (reshuffle) lagi. Ini bukan terakhir, karena yang mestinya dirombak itu pada tataran birokrasi, seperti Menteri Yuddy (Chrisnandi, Menteri PAN-RB)," pungkasnya.
Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har
Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?
JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl
Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak
23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural
JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen
May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh
JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te