Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Rizal Ramli Dituding Dalang di Balik Kacaunya Penerbangan di Indonesia

Rizal Ramli Dituding Dalang di Balik Kacaunya Penerbangan di Indonesia

Sabtu, 28 Nov 2015 14:12
Okezone
JAKARTA - Pengamat Sosial Politik Adhie Massardi berpendapat, belum ada pembenahan secara menyeluruh dalam sistem manajemen penerbangan Indonesia sejak deregulasi tahun 2000. Waktu itu, Pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membuka kran bisnis penerbangan kepada swasta karena Garuda Indonesia bermasalah dengan Eropa.

Adhie mengatakan seiring dengan pergantian pemerintahan dan kepala negara, bukan manajemen yang diperbaiki justru hanya jajaran komisaris saja yang diganti.

"Penggantinya (Gus Dur) hanya meributkan bisnis, hanya memasang komisaris untuk meningkatkan keuntungan, manajemen tak diperhatikan. Ganti pemerintahan bukan perbaikan manajemen tapi penggantian komisaris saja," kata Adhie dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk "Revolusi Layanan Bandara" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya salah satu pihak yang bertanggungjawab atas kacaunya manajemen penerbangan di Indonesia adalah Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Rizal adalah Menko Perekonomian periode Presiden Gus Dur yang berperan membuka kran bisnis penerbangan oleh pihak swasta.

"Yang paling penting ada Rizal Ramli, dan bisa minta tanggung jawab ke Rizal Ramli, karena dia yang membebaskan industri ini untuk berkembang," kata dia.

Menurutnya, Rizal Ramli dirunut bersikap tegas atas masalah-masalah dalam penerbangan Indonesia saat ini.

"Kita berharaplah dalam waktu tidak terlalu lama, ada mekanisme perubahan menuju perbaikan. Karena revolusi mental harus dipimpin oleh orang yang melaksanakan hal itu. Dia (Rizal Ramli) bisa minta Menhub untuk perbaikan, 'kalau nggak beres kamu yang mundur atau saya yang mundur', harusnya begitu," ucap Adhie.

Adhie juga menegaskan, jika tidak terjadi transaksi haram antara regulator dan operator, perbaikan manajemen penerbangan bisa tercapai. PT Angkasa Pura II sebagai regulator penyelenggara layanan penerbangan harus berani menolak dari para operator nakal, demi perbaikan layanan bandara.

"Kalau enggak menerima komisi, pasti bisa tegas. Kalau pengaturannya menerima uang pasti enggak mempan. Sudah bisa dipastikan," tukasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.