Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Safari di Riau, KPK Soroti Rumah Dinas Jadi Kantor SKPD

Nasional

Safari di Riau, KPK Soroti Rumah Dinas Jadi Kantor SKPD

Rabu, 24 Apr 2019 15:24
Foto: KPK melakukan safari di Riau. (dok KPK)
JAKARTA - KPK melanjutkan safari hari ketiga di Riau dengan mendatangi Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir. Ada sejumlah hal yang disoroti KPK di Dumai, salah satunya rumah dinas yang digunakan sebagai kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Masih terdapat 5 rumah dinas golongan 1 yang dimanfaatkan sebagai kantor SKPD. Total rumah dinas golongan 1 adalah 20," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (24/4/2019).

Selain itu, ada juga rumah dinas golongan 2 dan 3 sedang yang dalam proses penertiban untuk memastikan pejabat dan pegawai yang menempati rumah dinas akan keluar jika sudah tidak menjabat atau pensiun. Ada juga persoalan bangunan milik Pemda yang masuk di kawasan hutan.
"Cukup banyak aset pemda termasuk kantor pemda terletak di dalam kawasan hutan berdasar Perda Provinsi Riau nomor 10 tahun 2018. Sebelumnya, bangunan pemda tersebut berada dalam kawasan budidaya, permukiman dan kawasan lain. Pemda Dumai sedang melakukan rekonsiliasi dengan pemprov untuk penyelesaiannya," jelasnya.

Ada juga persoalan, baru 46 persen aset tanah yang bersertifikat karena lambatnya proses sertifikasi. Ada juga masalah karena aset hibah dari swasta yang dikuasai ormas.

"Terdapatnya bagian tanah hibah dari swasta yang dikuasai oleh ormas," ucapnya.

"Masih banyak tanah hibah dari perusahaan yang saat dikelola oleh DJKN dikuasai oleh masyarakat," sambung Febri.

KPK pun merekomendasikan agar Pemkot Dumai segera membuat time plan penyelesaian masalah aset itu. Febri juga mengatakan KPK akan membantu Pemkot Dumai untuk berkoordinasi dengan instansi lain untuk menyelesaikan masalah aset.

Sementara itu, di Rokan Hilir (Rohil), KPK menggelar focus group discussion untuk mengidentifikasi permasalahan aset daerah Pemkab Rohil. KPK berharap permasalahan aset tak ditemukan di Rohil dan jika ada bisa segera diselesaikan.

"Kami berhadap temuan-temuan yang terdapat di Provinsi Riau sebelumnya ataupun Kepulauan Riau terkait penguasaan mobil dinas oleh eks pejabat tidak perlu terjadi. Kalaupun hal tersebut pernah dilakukan tentu harus diselesaikan dan aset negara harus diselamatkan," pungkas Febri.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.