Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Saksi Prabowo Ungkap KTP Invalid: Jumlahnya 239 Ribu, Dianalisis Pakai Excel

Nasional

Saksi Prabowo Ungkap KTP Invalid: Jumlahnya 239 Ribu, Dianalisis Pakai Excel

Rabu, 19 Jun 2019 10:49
Detik.com
Foto: Agus Maksum dan rombongan tim hukum Prabowo beserta saksi dan ahli tiba di MK
JAKARTA - Saksi pihak Prabowo-Sandi, Agus Maksum, bicara temuan KTP invalid. Awalnya Agus menyebut jumlah temuan KTP invalid ini lebih dari 1 juta data, namun kemudian berubah menjadi 239 ribu.

"Temuan KTP palsu, KTP berkode 60, kabupatennya palsu, kecamatannya palsu. Itu lebih dari satu juta. Itu juga kami minta dibetulkan. Kami sudah melakukan pengecekan, apakah memang benar kode 60 10 20 30," kata Agus Maksum di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Agus menuturkan tak mungkin ada KTP yang kode awalnya 10 20 30 ataupun 60. KTP yang valid, kata Agus diawali kode 11 untuk Aceh, 12 untuk Sumatera Utara dan selanjutnya.

Agus juga mengatakan pihaknya sudah mengecek ke Dukcapil soal temuan KTP invalid ini. Menurut dia, pihak Dukcapil memastikan kode 10 20 30 ataupun 60 adalah invalid.

Hakim MK Aswanto kemudian bertanya soal berapa jumlah KTP invalid yang masuk ke DPT. Agus mengatakan data KTP invalid yang masuk DPT HP 2 lebih dari satu juta data.

Hakim Aswanto bertanya kepastian jumlah data temuan KTP invalid yang masuk ke DPT. Agus Maksum mengatakan tak bisa menjawab pasti karena pihaknya tak melakukan rekap.

"Cara apa yang Saudara gunakan untuk mengetahui jumlah sementara Saudara tak melakukan rekap?" tanya Hakim Aswanto.

"Kami tidak siapkan di sini," jawab Agus sambil mengecek laptopnya.

Kemudian dia memberi angka ke Hakim Aswanto.

"Jumlahnya 239 ribu," ujar Agus.

"Mekanisme apa yang Saudara gunakan untuk menentukan jumlah KTP invalid yang masuk DPT HP2?" tanya Hakim Aswanto.

"O iya kami menganalisa menggunakan Excel, itu yang kami tampilkan 60 30 itu kan berasal dari DPT HP 2," jawab Agus menegaskan temuan KTP invalid itu dari DPT HP 2.



Sumber: detik.com

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jun 2026 16:56

    Panglima TNI Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dip

  • Senin, 01 Jun 2026 16:46

    Beruang Madu Masuk ke Pemukiman Warga Kerumutan Pelalawan, Tim BKSDA Riau Pasang Box Trap.

    PELALAWAN-Seekor beruang madu dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Dusun Kopao Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (29/5/2026) malam lalu.Beruang berukuran besar

  • Senin, 01 Jun 2026 16:32

    Warga Rokan Hulu Temukan Mayat Bayi Saat Menjala Ikan di Sungai Rokan Kiri

    PASIR PENGARAIAN-Tengah asyik menjala ikan di di pinggiran Sungai Rokan Kiri, tepatnya di dekat Kafe Hulu Balang, Ujung Batu, Rohul pada Minggu (31/5/2026) sore, Ijal dan Robi dikejutkan sosok benda h

  • Senin, 01 Jun 2026 16:09

    Purbaya Sebut Coretax Akan Lacak Modus Pecah Kongsi Pajak UMKM

    JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan menyisir celah penyalahgunaan fasilitas insentif perpajakan khusus bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Purbaya melayangkan p

  • Senin, 01 Jun 2026 14:59

    Jokowi Absen Upacara Hari Lahir Pancasila Bareng Prabowo dan Megawati, Ajudan Ungkap Tak Terima Undangan

    Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta. Ihwal ketidakhadiran Jokowi disampaikan ajudan AKBP Syar

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.