Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Sambil Ketawa, Moeldoko: Kubu Prabowo-Sandi Pernah Bicara Substansi?

Nasional

Sambil Ketawa, Moeldoko: Kubu Prabowo-Sandi Pernah Bicara Substansi?

Rabu, 14 Nov 2018 15:10
Detik.com
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin,
Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, mentertawakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengkritisi diksi yang dipakai Jokowi belakangan waktu. Kubu Prabowo menanggap Jokowi bicara hal yang tak substantif.

"Emangnya di sana (kubu Prabowo-Sandi) pernah bicara substansi apa? Bicaranya nggak substansi juga ya begitu," kata Moeldoko di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Awalnya, Moeldoko sempat menahan tawa. Namun di akhir kalimat itu tawa Moeldoko terlepas.

Moeldoko sepakat agar masa kampanye diisi dengan isu substansial. Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melemparkan hal yang membuat masyarakat tak nyaman.

"Justru sekarang itu mari kita sama-sama memikirkan hal-hal yang lebih substansi. Jangan mikirin yang nggak-nggak apalagi melemparkan sesuatu yang tidak nyaman bagi semuanya," ujar Moeldoko.

Dia mengatakan pihak Jokowi-Amin tengah menyusun program-program yang akan dibahas dalam kampanye bersama masyarakat. Dia menambahkan, sebetulnya Jokowi bicara soal program di banyak kesempatan.

"Sebenarnya Pak Jokowi dalam setiap kesempatan itu selalu berbicara soal program-program. Program yang sudah dijalankan sekarang maupun ke depan apa yang akan dilakukan. Itu selalu begitu," ujar dia.

Moeldoko mengatakan Jokowi mengeluarkan diksi 'genderuwo' dan 'sontoloyo' karena merasa tidak nyaman. Sebab, ada isu-isu hoax yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab.

"Hanya persoalannya adalah dalam konteks perjalanan politik adalah menuju pada pemilu yang akan datang muncul berbagai isu-isu politik yang tidak menyenangkan bagi Pak Jokowi khususnya. Di antaranya adalah penyebaran isu-isu hoax yang nggak benar. Kita pastikan bahwa itu tidak benar. Sehingga beliaunya jadi nggak nyaman. Ketidaknyamanan itu ya muncullah itu istilah-istilah yang tadi dikritisi. Tapi ya memang harus begitu. Kita nggak boleh lagi hanya bertahan doang," bebernya.

Sebelumnya, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menganggap kubu Jokowi makin lama kian tidak jelas dalam pemilihan bahasa yang hendak disampaikan ke publik. Andre menyoroti pernyataan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf soal 'sontoloyo' hingga 'budek-buta'.

"Kok aneh ya, tambah lama kubu sebelah tuh tambah nggak jelas pernyataannya, nggak substansi. Presidennya bilang 'sontoloyo', 'genderuwo', wakil presidennya bilang 'budek' dan 'tuli', eh anak buahnya bilang 'makan ternak'. Ya Allah.... Kita mau memperbaiki ekonomi bangsa atau mau berpolitik cela-celaan pakai bahasa-bahasa yang nggak bermutu?" kata Andre, Senin (12/11).


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.