Nasional
Sandi Tolak Isu Boikot Nasi Padang: Hasil Pilpres Jangan Buat Orang Julid
Rabu, 24 Apr 2019 14:05
"Soal (isu blokir) masakan padang kita harus jauh lebih dewasa, kita punya kuliner yang terbaik, rendang itu juara dunia, salah satu makanan yang tren, jangan karena ada pilpres ini, kita, kekuatan bangsa kita ini, membuat kita terpecah belah, ini menurut saya kita harus dewasa," ujar Sandiaga di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).
Pasangan capres Prabowo Subianto ini meminta netizen untuk dewasa menyikapi hasil Pilpres. Sandiaga berharap agar masyarakat tidak terlalu bawa perasaan (baper) hingga menjadi nyinyir.
"Kuliner kita bisa peluang, ekonomi kita terus bergerak kalau kuliner kita terus bergerak. Mari para elit dan masyarakat semua menyikapi hasil pilpres ini dengan hati yang lapang dan Sumatera Barat sudah sampaikan apa yang jadi pilihannya dan akan kita kawal nanti hasil C1 nya," sambungnya.
Perbincangan mengenai 'boikot nasi Padang' ini dipicu oleh beredarnya screenshot status Facebook seseorang yang menyatakan malas makan di rumah makan Padang. Kemudian ada orang lain yang memberikan komentar di posting-an itu yang intinya mengaitkan dengan tidak adanya balas jasa kepada 'Pakde'. Screenshot itu kemudian viral dengan bumbu-bumbu kekalahan Jokowi di Sumbar.
Berdasarkan hasil hitung cepat Indo Barometer, Jokowi-Ma'ruf kalah telak oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 9,55 persen di Sumbar, sementara Prabowo-Sandiaga 90,45 persen.
"Hasil seperti apanya jangan diartikan masakan padang itu terus harus diboikot atau apapun yang tidak memilih Prabowo-Sandi nggak boleh masak, makan masakan padang, menurut saya itu sangat tidak dewasa, sangat kekanak-kanakan," tutur Sandiaga.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sudah membantah pihaknya menjadi inisiator soal blokir nasi Padang. TKN Jokowi menolak isu di media sosial itu.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta