Sedikit Bongkar Kabinet, Jokowi Cari Aman
Kamis, 13 Agu 2015 09:55
JAKARTA -Minimnya menteri yang terkena perombakan oleh Presiden Joko Widodo dilihat oleh pengamat politik, Hendri Suprio sebagai langkah cari aman.
"Jokowi cari aman dengan hanya merombak sedikit sekali menteri asal Parpol," kata Hendri ketika berbincang kepada Okezone lewat sambungan telepon, Kamis (13/8/2015).
Menurut Hendri, tipe pemerintahan Presiden Joko Widodo gemar test the water. Oleh karena itu, dia hanya melakukan sedikit reshuffle kabinetnya dan kemudian mengetes kinerja mereka.
"Tipikal Jokowi senang test the water sehingga tidak langsung semua menteri yang dinilai tidak bagus diganti seperti Mentan, Menpan RB, dan beberapa menteri lainnya," terangnya.
Pihaknya menanti kiprah menteri yang baru dan akan memonitor kinerja lima menteri tersebut apakah mampu memperbaiki sistem lama atau tidak.
"Patut dicitrakan akan ada reshuffle kabinet jilid dua apabila menteri yang tersisa tidak kunjung memperbaiki kinerjanya," tandas Hendri. (okezone.com) nasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie