Nasional
Sekjen PDIP Sindir Prabowo-Sandiaga Tak Tahu Unggah-ungguh
Jumat, 23 Nov 2018 11:59
Awalnya, Hasto menyampaikan kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu berpikir positif.
"Kita lihat di bawah kepemimpinan bapak Joko Widodo beliau sosok yang berpikir positif, dari cara berpikir positif lahirlah tindakan yang positif. Jadi kalau ngomong itu dengan data, dengan rasa, dengan cinta, itulah Pak Jokowi. Berbeda dengan yang di sana," kata Hasto saat memberi sambutan pada workshop Fraksi PDIP DPRD di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).
Hasto kemudian mengungkit saat Sandiaga melangkahi makam pendiri organisasi Nadhlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, niat baik untuk menghormati keluarga ulama justru berbalik arah karena tak paham budaya.
"Mau menunjukkan seolah punya kepedulian terhadap keluarga besar Nahdliyin, melakukan tradisi bangsa Indonesia yang baik, dengan datang ke makam pendiri NU, Kiai Bisri tapi karena tak berkebudayaan Indonesia, tak memahami kebudayaan Indonesia bukannya datang ke makam untuk menghormati dan mendoakan tokoh bangsa, tapi justru melangkahi makam tersebut," ucapnya.
"Ini cermin pemimpin yang tak memahami kebudayaan kita, pemimpin yang terlalu lama dibesarkan di barat, sehingga tak tahu unggah-ungguh (sopan santun/tata krama), tidak tahu bagaimana menjadi pemimpin, seharusnya bangga dengan martabat dan kebudayaan kita," jelas Hasto.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu lantas menyampaikan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada kader untuk berkampanye positif. PDIP, kata Hasto, harus membangun kultur yang baik.
"Ibu Megawati, Pak Jokowi berpesan meski kita hadapi fitnah, ujaran kebencian calon pemimpin yang seolah menghalalkan cara, menakuti rakyat, kita tak boleh berubah, kita harus membangun kultur positif," ujarnya.
Usai Hasto memberikan sambutan singkat, konsolidasi anggota Fraksi PDIP tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota itu lalu digelar tertutup. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan hadir memberikan arahan.
Seperti diketahui, Sandiaga Uno melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri saat berziarah pada Senin (22/10) lalu. Videonya pun menjadi viral dan aksi cawapres nomor urut 02 itu menjadi sorotan.
Sandiaga sudah beberapa kali meminta maaf atas sikapnya itu. Ia mengaku khilaf.
"Namanya manusia penuh khilaf dan salah, saya tidak mau menyalahkan pemandu ziarah. Itu murni saya ambil tanggung jawabnya," ungkap Sandiaga, Selasa (13/11).
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta