Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Sering Ribut, Rizal Ramli & Sudirman Said Harus Ikut ESQ

Nasional

Sering Ribut, Rizal Ramli & Sudirman Said Harus Ikut ESQ

Kamis, 03 Mar 2016 10:57
Okezone
Sudirman Said

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli bersitegang dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, terkait skema Blok Masela di Maluku.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarankan agar dua menteri tersebut ikut pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), agar lebih bisa mengontrol emosi di depan publik.

"Saya usul sama Pak Jokowi supaya para menteri yang suka bikin gaduh diantara sesamanya dan kegaduhan yang dibuatnya malah dipamerkan ke publik maka perlu dikirim untuk ikut trainig ESQ -nya Ari Ginanjar Agustian biar mereka matang secara kepribadian," ujar Arsul saat dikonfirmasi, Kamis (3/3/2016).

Kendati demikian, Arsul melihat menteri-menteri yang selalu membuat gaduh suasana adalah pembantu presiden yang bukan dari partai politik seperti, Sudirman Said dengan Rizal Ramli, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan Menteri Perdagangan terdahulu Rachmat Gobel, kemudian Rizal Ramli yang bersitegang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal proyek pembagunan listrik 35.000 megawatt.

"Para menteri tersebut tidak taat kepada tugas pokok dan fungsinya, atau tupoksi, dan perdebatan mereka kelihatannya bukan adu konsep tentang kemanfaatan bagi bangsa dan negara tentang subyek yang jadi bahan perdebatan itu," katanya.

Karenanya, jika mereka sadar akan tupoksinya, kemungkinan besar tidak akan ada lagi kegaduhan yang diciptakan oleh para pembantu presiden tersebut.

"Kalau perspektifnya adalah nilai manfaat yang lebih bagi bangsa dan negara, mestinya mereka saling mengisi, melengkapi atau menyempurnakan nilai manfaat itu," tuturnya.

Sekadar informasi, Rizal Ramli melakukan perdebatan dengan Sudirman Said terkait Blok Masela. Di mana Rizal menginginkan skema darat (onshore) dalam pengembangan blok migas, sedangkan Sudirman berbeda pendapat dengan mengedepankan skema pembangunan di laut (offshore). Cadangan gas di blok tersebut sendiri ditaksir mencapai 10 triliun kaki kubik (TCF). (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.