Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Setop Kasus Redistribusi Tanah, Bawaslu: Itu Program Jokowi-Maruf

Nasional

Setop Kasus Redistribusi Tanah, Bawaslu: Itu Program Jokowi-Maruf

Jumat, 30 Nov 2018 15:59
Detik.com
Jakarta - Tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Bawaslu menjelaskan mengapa menghentikan pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran Ma'ruf Amin terkait redistribusi aset lahan milik pemerintah kepada petani. Bawaslu mengatakan yang disampaikan cawapres nomor urut 01 itu merupakan program yang ditawarkan oleh paslon.

"Ternyata program itu apa yang disampaikan oleh Ma'ruf Amin pada saat kampanye itu bagian dari program mereka," ujar anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, saat dikonfirmasi, Jumat (30/11/2018).

Ratna mengatakan ucapan yang disampaikan Ma'ruf merupakan program kerja yang ditawarkan. Program pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu juga telah disampaikan kepada KPU.

"Jadi ada di dalam program yang disampaikan ke KPU, program Jokowi dan Ma'ruf Amin," kata Ratna.

"Jadi ada di dalam program (paslon) yang disampaikan ke KPU. Jadi maksudnya itu bukan janji, kan yang dikhawatirkan kan itu adalah janji," sambungnya.

Ratna mengatakan Bawaslu terlah melakukan klarifikasi, kepada pelapor hingga saksi yang diajukan oleh pelapor. Selain itu Bawaslu juga telah membahas laporan ini dalam sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) .

"Kita kan sudah klarifikasi pelapor kemudian saksi palapor, kami juga sudah undang KPU. Setelah dibahas bersama dengan kepolisian dan kejaksaan, Bawaslu mendengarkan keterangan terutama KPU," tutur Ratna.

Seperti diketahui, Bawaslu memutuskan tidak melanjutkan laporan dugaan pelanggaran Ma'ruf Amin terkait redistribusi aset lahan milik pemerintah kepada petani. Kegiatan yang dilakukan Ma'ruf dinyatakan tidak terpenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu. Pelaporan ini masuk dengan nomor laporan 15/LP/PP/RI/00.00/XI/2018.

Dalam kasus ini, Ma'ruf diduga melakukan pelanggaran saat safari politik. Laporan tersebut terkait pidato Ma'ruf saat tengah melakukan kunjungan dan bertemu dengan ribuan petani di Hall Alam Indah Lestari, Banyuwangi. Cuplikan videonya beredar dan menjadi acuan aduan pelapor bernama Andi Syamsul Bakhri.

Pelapor mempermasalahkan pidato Ma'ruf mengenai janji pembagian tanah bagi masyarakat melalui redistribusi aset lahan milik pemerintah kepada petani. Pernyataan itu dianggap sebagai bentuk janji dalam bentuk materi, yang dilarang dalam aturan pemilu.

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sodik Mujahid meminta Bawaslu menjelaskan alasan menghentikan kasus dugaan pelanggaran Ma'ruf Amin terkait janji redistribusi aset lahan. Ia juga meminta Bawaslu bersikap adil dalam menindaklanjuti laporan baik terhadap Joko Widodo-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi.

"Bawaslu harus menjelaskan secara logis dan berdalil di mana ketidakadaan pelanggarannya, terutama di mana tidak melanggar pasal tentang larangan calon menjanjikan pemberian materi," ujar Sodik.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.