Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Soal Deligitimasi Pemilu, Bagir Manan: Hanya Sekadar Isu Saja
  • Home
  • Nasional
  • Soal Deligitimasi Pemilu, Bagir Manan: Hanya Sekadar Isu Saja

Nasional

Soal Deligitimasi Pemilu, Bagir Manan: Hanya Sekadar Isu Saja

Jumat, 12 Apr 2019 10:28
Detik.com
Prof Bagir Manan
JAKARTA - Isu deligitimasi pemilu 2019 semakin liar. Bahkan, Amien Rais menyerukan people power bila terjadi kecurangan-kecurangan. Namun, menurut begawan hukum Prof Bagir Manan, hal itu hanya dinamika pemilu.

"Pemilu bukan hal baru, sudah ada sejak tahun 1955," kata Bagir Manan.

Hal itu disampaikan dalam wawancara dengan Direktur Pusako Universitas Andalas, Feri Amsari dan Direktur Puskapsi, Bayu Dwi Anggono sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (12/4/2019). Seluruh wawancara ditampilkan dalam vlog PUSaKO FHUA dengan judul 'Ayo Gunakan Hak Pilih, Jangan Delegitimasi Pemilu - Bersama Prof. Bagir Manan'.

"Setiap kali pemilu dilaksanakan ternyata aman tertib damai. Jadi hanya mengulang apa yang sudah biasa dilakukan," ujar mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) itu.

Menurut guru besar Universitas Padjadjaran (Unpadj) Bandung itu, deligitimasi bisa dilakukan lewat dua cara yaitu lewat jalur hukum dan jalur politik/sosial.

"Dapat terjadi melalui prosedur hukum, hukumnya yang mendelegitimasi, sampai sekarang nggak mungkin. Deligitmiasi secara politik dan sosial, kalau rakyat kalau nanti kekuatan-kekuatan yang menentukan, tidak bisa menerima," ujarnya.

Proses deligitimasi pemilu dilakukan sebelum dan sesudah pemilu. Deligitimasi sebelum pemilu dapat terjadi dengan cara-cara membuat keadaan sehingga tidak mungkin dilaksanakan pemilu. Sedangkan deligitimasi pasca pemilu, yaitu terkait proses hasil pemilu.

"Saya secara pribadi tidak melihat itu, suatu kenyataan real akan ada seperti itu. Hanya sekadar isu saja. Kita bisa melalui ini dengan baik," kata Bagir menegaskan.

"Pengalaman kita sejak 1955, kita bisa melaksankan itu dengan baik. Terlepas ada pemilu yang tidak mencerminkan betul kehendak rakyat, tapi proses berjalan," pungkas Bagir.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.