Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Soroti Kesalahan Entri Data, Sandiaga Minta Situng KPU Diaudit

Nasional

Soroti Kesalahan Entri Data, Sandiaga Minta Situng KPU Diaudit

Sabtu, 04 Mei 2019 13:54
Detik.com
JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menyoroti kasus kesalahan entri data dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU. Sandiaga meminta situng KPU diaudit.

"Jika misalnya tidak pada satu daerah sudah terlihat sistem data entri yang terpola salah memasukkan datanya ya harus ada evaluasi. Sistem audit namanya. Dan sistem audit itu harus dihentikan dulu, apakah ini terpola sengaja atau memang human error," ujar Sandiaga di kediamannya, Jl Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Sandiaga menyebut audit bisa dilakukan 2-3 hari. Harapannya, hasil audit dapat melihat pola kesalahan entri data.

"Ini yang harus dipastikan dan saya rasa itu nggak akan lama kok melakukan sistem audit, 2-3 hari. Tapi memastikan bahwa ini dilakukan dengan jujur adil dan kesalahan input data itu nggak terpola. Bukan berulang-ulang seperti itu," ucap Sandiaga.

Sandiaga juga menyoroti KPU terkait Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Ia mengaku kecewa terhadap sistem KPU yang tidak siap sehingga pihaknya harus melakukan pelaporan secara manual.

"Dari sistem pelaporan dana kampanye saja kelihatan kekacauan karena sudah 7 kali di-upgrade. Setelah 7 kali tetap saja tidak bisa mengonsolidasi laporan-laporan dari masing-masing provinsi. Akhirnya kita melakukan manual, pakai Excel Spreadsheet manual, ini sama saja seperti 35 tahun lalu saat saya kuliah menyampaikan laporan keuangan. Padahal kita sudah jauh lebih maju," paparnya.

Terkait kesalahan entri dalam situng, KPU mengatakan hal tersebut bukan menandakan adanya kecurangan. KPU memang tidak memungkiri adanya beberapa kesalahan dalam input data dalam situng. Namun KPU menyebut kesalahan input berbeda dengan kecurangan.

"Kami tidak memungkiri ada sekitar 159 salah entri atau salah input data di situng, tapi kami pastikan bahwa salah input itu berbeda dengan kecurangan," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.