Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Tanggapi Kritik Pengamanan Papua, PDIP: Fadli Zon Politisir Duka

Nasional

Tanggapi Kritik Pengamanan Papua, PDIP: Fadli Zon Politisir Duka

Kamis, 06 Des 2018 10:11
Detik.com
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pemerintah telah gagal menjaga keamanan Papua dari gerakan separatis terkait pembunuhan 31 pekerja Trans Papua oleh kelompok bersenjata. PDIP menyebut Fadli mempolitisir peristiwa ini.

"FZ kapitalisasi semua kecelakaan menjadi negative campaign. Kita semua lagi prihatin dan sedih kok dia politisasi duka ini. Payah, tidak ada empati," ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).

Eva mengatakan tak ada negara yang benar-benar luput dari serangan teror. Ia kemudian mengungkit masa kepemimpinan Presiden RI ke-2, Soeharto yang dinilai menghadapi situasi lebih buruk daripada hari ini.

"Namanya kekerasan teror, bahkan Amerika, Perancis, dan London pun juga tidak luput dari serangan," kata dia.

"Zaman presiden tentara pun keadaan lebih parah dari saat ini. Bahkan Pak Harto pujaan dia, sikon Papua (dan Aceh) remuk. Keadaan saat ini lebih baik, bro. Serangan menurun drastis. Yang penting, ada saran nangkep para pelaku Pak FZ?" lanjut Eva.

Sebelumnya, Fadli Zon mengecam pembunuhan 31 pekerja Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Fadli menilai pemerintah telah gagal menjaga keamanan Papua dari gerakan separatis.

Menurut Fadli, pemerintah harus mengevaluasi pengamanan di Papua. Sebab, KKB Papua, yang disebutnya sebagai 'gerombolan separatis', itu telah beraksi di berbagai tempat.

"Insiden peristiwa penembakan 31 orang di Papua ini sebenarnya menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal untuk mengatasi keamanan di Papua terkait dengan gerakan separatis Papua atau mereka juga melakukan tindakan-tindakan teror," ujar Fadli.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.