Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Tiga Alasan Dua Anggota Teroris Santoso Memisahkan Diri hingga Tertangkap

Nasional

Tiga Alasan Dua Anggota Teroris Santoso Memisahkan Diri hingga Tertangkap

Selasa, 19 Apr 2016 12:41
Teroris Santoso

PALU - Dua orang anggota kelompok teroris Santoso yang tertangkap pada Jumat 15 April 2016, yakni Ibad (21) dan Faqih (19), sebenarnya sengaja melarikan diri dari kelompok tersebut karena tiga alasan.

Alasan pertama, adalah perjuangan kelompok ini sudah tidak sesuai lagi dengan syar'ii atau ajaran Islam dan hal-hal seperti yang sebelumnya mereka baca dalam media sosial atau propaganda kelompok Santoso.

Alasan kedua adalah mereka dikucilkan oleh anggota kelompok lainnya dan alasan ketiga mereka diperlakukan berbeda dengan kelompok lainnya dalam hal pembagian makanan, pekerjaan dan perlakuan.

Sesuai hasil pemeriksaan sementara oleh tim Operasi Tinombala di Poso, Ibad diketahui bergabung dengan kelompok Santoso sejak tiga tahun lalu sehingga diperkirakan Ibad mengetahui seluruh peristiwa teror yang dilakukan oleh kelompok Santoso. Ibad diketahui banyak berperan sebagai anggota pencari logistik.

Sedangkan Faqih, bergabung dengan kelompok ini pada September 2015 dan mengikuti berbagai pelatihan militer (tadrip) dan sebagai anggota pencari logistik serta aktif sebagai anggota tim pengintai.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengaku, belum bisa mengorek keterangan lebih banyak dari kedua terduga teroris anggota Mujahdin Indonesia Timur (MIT) itu karena kondisi mereka sangat lemah akibat kurang makan.

"Mereka masih dalam proses pemulihan fisik dulu baru pemeriksaan dilanjutkan," ujar Rudy, Selasa (19/4/2016).

Sebelumnya, kedua DPO kasus terorisme Poso itu tertangkap di sebuah kebun warga desa Padang Lembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, pada Jumat 15 April 2016.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto menjelaskan, pada saat itu, kedua orang tidak dikenal (OTK) itu berjalan di jalan Desa Padang Lembara. Keduanya kemudian bertanya kepada seorang personel Operasi Tinombala yang menyamar sebagai warga biasa, tentang alamat rumah warga bernama Badri asal Medan.

Personel operasi itu kemudian menanyakan identitas mereka, namun mereka tidak menjawab sehingga petugas menaruh curiga dan meminta mereka menunjukkan KTP. Akan tetapi, kedua OTK itu langsung mencabut golok dan terjadilah perkelahian fisik di antara mereka. Petugas dibantu dua rekannya, yang juga berpakaian sipil, segera dapat melumpuhkan keduanya dengan tangan kosong tanpa melepaskan tembakan.

Keduanya kemudian digiring ke Mapolres Poso untuk menjalani pemeriksaan. Dari dalam tas milik Ibad, petugas menemukan 32 jenis barang seperti satu buah bom rakitan pipa paralon, senter, charger telepon seluler, lem besi, obat ampicilin dan paracetamol, korek api gas, pisau dan parang, peralatan mandi dan makan.

Sedang di tas Faqih, ditemukan 16 jenis benda antara lain baterai, korek api gas, paku, tali nilon, rompi tempat magazin dan topi rimba hitam.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.