Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Timses: Bila Prabowo Presiden, Ojol Malang Bisa Lebih Sering Demo

Nasional

Timses: Bila Prabowo Presiden, Ojol Malang Bisa Lebih Sering Demo

Sabtu, 24 Nov 2018 11:04
Detik.com
Jakarta - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Malang menuntut kata maaf dari Prabowo Subianto karena capres nomor urut 02 itu telah melukai perasaan mereka. Tim sukses (timses) menilai protes dari Malang itu sebagai latihan untuk Prabowo sebelum menjadi presiden.

"Ya, itu latihan buat Pak Prabowo. Nanti kalau sudah terpilih bisa lebih sering lagi demonstrasi," kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Faldo Maldini, kepada detikcom, Sabtu (24/11/2018).

Faldo menyatakan Prabowo tak akan menghalang-halangi demonstrasi bila nanti Ketua Umum Partai Gerindra itu berkuasa. Itu karena Prabowo bukan sosok yang antikritik. Buktinya, dalam menyikapi protes ojol Malang, Prabowo tak resah.

"Beliau santai dengan berbagai respons terhadap pernyataannya. Ini adalah Prabowo Subianto yang sesungguhnya, bukanlah pemimpin yang ngambek kalau dikritik," kata Faldo.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN ini mempersilakan para pengemudi ojol di Malang menghadiri kampanye Prabowo. Dalam kesempatan demikian, para pengemudi ojol bisa menyampaikan aspirasinya ke Prabowo.

"Teman-teman ojol yang tersinggung, hadir saja ke kampanye Pak Prabowo kalau ke Malang, sampaikan semua unek-unek. Beliau selalu siap bicara dan berjuang bersama," kata Faldo.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo berbicara soal jalur karier pemuda yang kini tengah jadi tren. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi sopir ojek. Hal tersebut ia sampaikan dalam Indonesia Economic Forum 2018. Ia menyimpulkan pidatonya dengan kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui Power Point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni topi SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu fakta semua. Ojol ini adalah profesi yang lahir dari ekonomi disruptif, negara kita belum punya konsep. Ya wajar, Pak Prabowo miris melihat warga negara yang hidup di dalam ketidakpastian regulasi," tutur Faldo.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.