Nasional
Tolak PMP, Fahri Usul Kemendikbud Fasilitasi Film hingga Sinetron
Selasa, 27 Nov 2018 13:29
"Pemerintah rupanya tidak mengalami kemajuan dalam menafsir pelajaran kewarganegaraan atau civic education yang dalam transisi sebenarnya sudah kita buat juga kurikulum baru, pendidikan kewarganegaraan (PKN). Itu saja dikembangkan lagi," kata Fahri di gedung DPR, kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Ia mengkritik rencana dihidupkannya kembali PMP, yang masuk kurikulum saat Orde Baru. Fahri mengaku khawatir, dengan adanya PMP, masyarakat justru akan menganggap pemerintah Indonesia menjadi totalitarian.
Fahri mengusulkan Kemendikbud memfasilitasi pembuatan film, talkshow, hingga sinetron bila ingin meningkatkan pendidikan kewarganegaraan untuk siswa. Selain itu, program-program televisi nasional milik pemerintah juga bisa ditingkatkan lagi dengan tujuan yang sama.
"Plus dikembangkan lagi, misalnya TVRI itu misal TVRI dipecah jadi beberapa TV, salah satu channel-nya itu 24 jam film tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik. Sehingga konten-konten kewarganegaraan masuk ke situ," ujar Fahri.
"Jangan gelagapan, kemudian bikin PMP lama balikin lagi. Itu kan kayak nggak maju pikirannya. Justru TV-nya kamu bertugas melakukan pendidikan kewarganegaraan," sambungnya.
Dia menambahkan pendidikan kewarganegaraan yang dikemas dalam film diharapkan dapat memberi pengetahuan bagi warga negara terkait makna perbedaan suku, agama, dan lainnya. Apalagi, menurut Fahri, Kemendikbud memiliki pos dana yang besar.
"Teman-teman yang mau bikin film, sinetron, talkshow, film pendek, tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik itu difasilitasi pakai uang Kemendikbud yang begitu besar, supaya orang tahu bagaimana menjadi warga negara, bagaimana mengelola perbedaan ras dan suku, agama di antara kita. Itu yang harusnya dimasukkan di dalam pendidikan yang lebih masif," ucap Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu.
"Bukan kemudian mengambil mazhab dari pikiran lama yang diduga oleh orang cenderung memiliki nuansa totaliter itu tidak boleh kita biarkan," imbuh Fahri.
Sebelumnya, Kemendikbud berencana mengembalikan mata pelajaran PMP. Mata pelajaran zaman Soeharto itu dianggap penting untuk menguatkan nilai Pancasila.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta