Wacanakan Bebas Prostitusi, Indonesia Bisa Modifikasi Cara Swedia
Kamis, 25 Feb 2016 14:16
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki wacana untuk menutup semua lokalisasi di Indonesia guna mendukung Indonesia Bebas Lokalisasi 2019.
Mengomentari hal ini, Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rachmawati menegaskan, pemerintah harus mengadakan riset serius.
"Karena untuk prostitusi ada dua pendekatan. Pertama, melegalkan, itu ada sekira 77 negara dari 196 yang sisanya tidak melegalkan," katanya kepada Okezone, Rabu (24/2/2016).
Keduanya, menurut Devie, gagal untuk mengurangi angka prostitusi di negara masing-masing.
"Yang berhasil hanya satu negara yakni Swedia. Dengan cara apa? Dia membebaskan orang 'menjual' prostitusi, tapi pembelinya yang dihukum dengan denda yang begitu besar," jelas Devie.
Swedia menurutnya, menggunakan perspektif perlindungan terhadap perempuan dalam melegalkan prostitusi di negaranya. Bahkan, di Amerika hanya satu negara bagian yang melegalkan prostitusi, selebihnya masih ilegal. Namun, tidak ada yang sukses mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan.
"Angkanya tetap tinggi, sekira 57 persen perempuan tetap terkena dampak kekerasan, banyak yang ingin bunuh diri juga karena itu (prostitusi) ilegal dan mereka tidak bisa mengadu kepada polisi, sehingga mereka akhirnya memendam perilaku kekerasan, perkosaan dan sebagainya itu. Ini kan juga berbahaya, saya harap pemerintah juga melakukan riset yang serius untuk memilih model yang mana, legal atau ilegal," sarannya.
Menurut Devie, harus dipikirkan melalui riset yang lebih mendalam untuk menentukan pilihan apakah ilegal atau melegalkan prostitusi.
"Kalau ilegal seperti apa? Dan legal seperti apa? Menurut hemat saya, kita perlu modifikasi model yang ada di Swedia. Itu perlu dimodifikasi, karena itu satu-satunya negara yang sukses mengurangi dalam waktu lima tahun angka prostitusi di negaranya," pungkasnya. (okezone.com)
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta