Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Waketum Gerindra Poyuono: Saya Tak Pernah Sebut Novel Orang Gerindra

Nasional

Waketum Gerindra Poyuono: Saya Tak Pernah Sebut Novel Orang Gerindra

Selasa, 02 Apr 2019 14:57
Arief Poyuono (Foto: dok. pribadi)
JAKARTA - Waketum Gerindra Arief Poyouno menegaskan tak pernah menyebut penyidik KPK Novel Baswedan sebagai orang dari PartaI Gerindra. Poyouno mengatakan Novel merupakan aparat sipil negara (ASN) yang tidak boleh bersentuhan dengan politik praktis.

"Saya tidak pernah menyebut Novel orang Gerindra. Novel bukan orang Gerindra. Bagaimana dia parpol, dia kan ASN," kata Arief Poyouno kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Menurut Poyouno, Gerindra akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Poyouno juga memastikan tak ada dukungan yang disampaikan oleh Novel terhadap Prabowo sebagai capres di Pemilu 2019.

"Cuman klaim mengklaim kalau Gerindra dan Prabowo itu mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi, ya. Kalau Novel mendukung Prabowo, nggak. Nggak boleh dong, dia kan aparatur sipil negara. Novel kan tahu hukum," ujar dia.

Poyouno kemudian menyinggung terkait elite pendukung Jokowi-Ma'ruf yang ditangkap KPK. Menurut dia, semua itu murni proses penegakan hukum.

"Saya nggak pernah ngomong, saya kenal Novel juga enggak. Apa karena mungkin banyak yang ditangkap KPK sebelah sana, jadi nuduh-nuduh Novel orang Gerindra. Yang ditangkap KPK itu murni korupsi, partai-partai pendukung pak Jokowi. KPK nggak ada sangkutpaut sama Gerindra sama Prabowo-Sandi," tuturnya.

Sebelumnya, beredar isu liar mengenai Novel Baswedan yang dikaitkan dengan Partai Gerindra. Adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengembuskan isu Novel Baswedan sebagai 'orang' Partai Gerindra. Dia meminta KPK mengklarifikasi.

"KPK perlu menjelaskan dan mengklarifikasi adanya isu bahwa penyidiknya, Novel Baswedan, sebagai 'orang' Partai Gerindra di lembaga antirasuah itu. Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," kata Neta dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2/4/2019).

Neta mengaku juga hanya menerima isu, sehingga dia meminta klarifikasi. Isu itu, kata Neta, berkembang setelah Novel disebut oleh jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai salah seorang kandidat jaksa agung. Dua Waketum Gerindra, yaitu Fadli Zon dan Arief Poyuono, menurut Neta, juga mengungkap kedekatan Novel dengan Prabowo. Bahkan, masih kata Neta, Arief Poyuono menyebut Novel dengan sebutan 'orang kita'.

KPK sudah berbicara soal isu liar ini. KPK menegaskan dari jajaran pimpinan hingga stafnya tak ada yang terkait dengan partai politik.

"KPK, mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai, memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun. Jadi kami harap semua pihak bisa menempatkan KPK sebagai lembaga independen tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Hal itu disampaikan Febri terkait nama penyidik KPK Novel Baswedan yang dikaitkan dengan salah satu parpol. Febri meminta semua pihak tak menarik KPK ke isu politik praktis.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.