Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Wakil Jaksa Agung Mundur karena Tak Betah Dipimpin Prasetyo

Wakil Jaksa Agung Mundur karena Tak Betah Dipimpin Prasetyo

Kamis, 04 Feb 2016 08:31
Antara
Jaksa Agung HM Prasetyo dan anak buahnya
JAKARTA - Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto mengundurkan diri dari jabatan fungsionalnya. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah 8 Januari 1956 ini mengaku pada usia 60 tahun seharusnya sudah purnatugas dari jabatan Wakil Jaksa Agung. Namun ia tetap mengajukan pensiun dini kendati masih mempunyai waktu dua tahun lagi mengabdi di Korps Adhiyaksa.

Menanggapi hal ini Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai Andhi Mirwanto mengajukan pensiun dini sebagai Wakil Jaksa Agung karena tidak merasa nyaman berada di lingkungan kejaksaan yang tidak kondusif.

"Saya kira merasa gerah aja beliau (Andhi Nirwanto) dan tidak merasa nyaman berada di lingkungan Kejaksaan Agung yang kira-kira tidak kondusif lagi. Daripada ikut-ikutan salah ya mundur saja, meskipun jabatan fungsional beliau waktunya umur 60 tahun. Beliau kan masih ada waktu dua tahun (menjadi jaksa) tapi merasa tidak nyaman, merasa tidak berguna nanti makan gaji buta begitu kan," kata Boyamin kepada Okezone, Kamis (4/2/2016).

Permasalahan utamanya adalah pengaruh Jaksa Agung HM Prasetyo yang memimpin Kejagung, menurutnya memiliki korelasi kepada pilihan Andhi Nirwanto untuk mengajukan pensiun dini sebagai jaksa.

"Kecuali Jaksa Agung-nya bagus dan dia (Andhi Nirwanto) merasa enjoy di situ, dia masih bisa berbagi ilmu dan pengalamannya, akan nyaman menerima gaji. Terus kalau kemudian makan gaji buta kan juga tidak nyaman dengan lingkungan yang tidak kondusif dan tidak melakukan apa-apa. Tanggal 1 masuk dan terima gaji, kalau yang punya prinsip dan ideologi pasti tidak akan mau," sambung dia.

Menurut Boyamin kondisi yang tidak kondusif yang ia maksud adalah proses penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan dipengaruhi faktor politis.

"Lingkungan tidak kondusif itu seperti proses penegakan hukum yang dirasa kurang baik, pada posisi lurus penegakan hukum itu sendiri banyak dipengaruhi faktor politis dan juga banyak pencitraan agar tidak dicopot dan segala macam kan jadi repot gitu kan," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.