Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • dr Soeko, Korban Kerusuhan di Wamena Dimakamkan di Sleman

nasional

dr Soeko, Korban Kerusuhan di Wamena Dimakamkan di Sleman

detik.com
Sabtu, 28 Sep 2019 10:04
detik.com
Sleman - Soeko Marsetyo, dokter yang meninggal diduga karena dianiaya pendemo saat terjadi kerusuhan di Wamena, Papua, pada Senin (23/9) lalu dimakamkan sore tadi. Jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Keluarga di Sleman sekitar pukul 16.30 WIB.

Prosesi pemakaman dr Soeko diwarnai isak kerabat dan keluarga. Mereka tak menyangka dokter yang sudah 15 tahun bertugas di tanah Papua tersebut meninggal dalam insiden kerusuhan di Wamena. Kini almarhum telah meninggalkan istri dan tiga orang putrinya.

Sejumlah pihak mengirimkan karangan bunga berisi ungkapan duka cita yang ditaruh di sekitar lokasi pemakaman. Seperti dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Dinas Kesehatan DIY, IDI DIY dan Papua, serta Keluarga Besar Alumni Mahasiswa FK Undip.

Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Papua, Beeri Wopari, menjelaskan dr Soeko diketahui baru bertugas di pedalaman Tolikara, Papua, pada 2013 lalu. Beeri menyebut dr Soeko memiliki andil besar di sana

"(dr Soeko) lebih banyak bertugas di puskesmas, artinya (mengabdi di) daerah terpencil (yang jaraknya) dua jam dari ibukota kabupaten ke tempat kerja beliau, medannya juga berat," ujar Beeri kepada wartawan usai prosesi pemakaman dr Soeko, Jumat (27/9/2019).

Beeri menuturkan, sebenarnya dr Soeko jarang keluar dari wilayah Kabupaten Tolikara. Almarhum diketahui hanya sesekali berkunjung ke Kota Wamena. Namun nahas, dalam kunjungannya yang terakhir dr Soeko dicegat dan dianiaya orang tak dikenal.

"Dalam perjalanan (dari Wamena ke Tolikara), beliau dihadang dan mengalami penganiayaan berat di situ," ungkap Beeri.

Sebenarnya dr Soeko sempat dibawa ke unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Namun karena cedera yang dialami cukup parah, akhirnya nyawa dr Soeko tak tergolong dan dinyatakan meninggal pada hari Senin (23/9) itu juga.

"Dengan kepergian almarhum tentu untuk mengisi (kekurangan) tenaga dokter (di Tolikara) kembali itu tidak mudah. Apalagi dengan (tuntutan sosok dokter) yang harus memiliki pengabdian luar biasa begini, tidak semua dokter mampu," pungkas Beeri.

nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 29 Mei 2026 16:42

    Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang

    GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:19

    PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:14

    Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi

    PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:07

    Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta

    PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:00

    Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.

    BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.