Nusantara
40th Anniversary TNI Angkatan Laut – The Republic Of Singapore Navy
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Sabtu, 05 Mar 2016 11:38
JAKARTA - TNI Angkatan Laut dan The Republic Of Singapore Navy (RSN) melakukan latihan bersama dengan sandi "Exercise Eagle Indopura 2016" yang digelar di Perairan Singapura sampai Indonesia.
Latihan dengan tema "Exercise Eagle Indopura 2016 Maritime
Security Cooperation to Strengthen Friendship," untuk menandai 40 tahun
kerja sama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Singapura.
Peringatan 4 dekade bersama dalam persahabatan melalui kerja sama
dirayakan dengan menghadirkan orang nomor satu di Angkatan Laut kedua
negara yaitu Kepala Staf Angkatan Laut Ade Supandi, S.E.,M.A.P., dan
Kasal Singapura Rear Admiral Lai Chung Han di Hotel Shangrila Jakarta,
Jumat malam (4/3/2016). Dalam acara ini juga ada peluncuran logo
Indopura elang baru dan penandatangan kerjasama EXPRODOC.
Dalam kesempatan tersebut, Kasal mengatakan bahwa latihan ini sebagai
tanda lebih dari 4 dekade hubungan kedua Angkatan Laut dan akan terus
dilakukan secara berkesinambungan oleh TNI AL dan RSN dalam berbagai
kegiatan maritim yang diadakan setiap dua tahun sekali yang dimulai
sejak tahun 1974. Telah terbukti selama periode itu, kerja sama antara
kedua belah pihak telah memberikan manfaat baik dari segi teknis maupun
taktis.
"Melalui kegiatan ini, selain untuk mengembangkan kerja sama latihan
bersama, serta meningkatkan keterampilan dan profesionalisme prajurit.
Juga diharapkan akan memberikan dampak yang positif pada hubungan
diplomatik antara Indonesia dan Singapura, khususnya antara Angkatan
Laut Indonesia dan Angkatan Laut Singapura," ujarnya.
Lebih lanjut Kasal menyampaikan dalam pengamanan jalur pelayaran
internasional tidak bisa dilakukan hanya oleh satu negara melainkan
melalui kerja sama. Dengan kerja sama yang kuat, meningkatkan rasa
percaya diri dalam kepentingan menjaga perairan," tambahnya.
Latihan yang dibuka oleh RSN Fleet Commander Rear Admiral Lew Chuen Hong
berlangsung selama 29 Februari sampai 4 Maret 2016 melibatkan kapal
perang Indonesia yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Sultan Iskandar
Muda-367 serta tim dari unit Pasukan Katak Komando Armada RI
KawasanTimur serta tim dari unit Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan
Barat.
Unsur-unsur pendukung yang terlibat termasuk KRI Teluk
Bintuni-520, KRI Lemadang-623, KRI Beladau-643, satu pesawat CN-235 MPA
dan Hely BO-105, sedangkan unsur-unsur dari Singapura termasuk RSS
Tenacious-71 dan RSS Gallant-97.
Tujuan dari latihan ini adalah memperkuat hubungan dan pemahaman tentang
prosedur melalui tahap pelabuhan, olahraga dan interaksi sosial untuk
meningkatkan kerja sama melalui pelaksanaan briefing misi khusus,
latihan table top dan demonstrasi praktis berdasarkan skenario dan
latihan, berbagi pengalaman tentang topik tertentu, dan latihan ini juga
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam keterampilan inti pelaut,
standar profesional, keamanan dan komunikasi. (ded/rls)
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie