Nusantara
Danrem 031/Wirabima : Tunjukkan Kalau Kita Itu Ada
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Jumat, 26 Feb 2016 11:10
PEKANBARU-Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat sangat merugikan. Perbaikan kerusakan hutan akibat kebakaran memerlukan waktu yang lama, terlebih lagi untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.
Meningkatnya hotspot (titik panas) di Provinsi Riau beberapa pekan terakhir membuat Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, M.Si (Han) mengimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi agar kebakaran lahan dan hutan tidak terjadi lagi.
"Saya minta kepada seluruh Prajurit dan PNS dijajaran Korem 031/Wirabima agar peduli dan melakukan upaya serta langkah-langkah pencegahan agar bencana Karlahut tidak terulang kembali," sebut Nurendi Jumat 26/2
Danrem melanjutkan, mari lakukan upaya penyelamatan lingkungan dari kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Berikan pemahaman dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan dan hutan.
"Tunjukkan kehadiran dan peran prajurit dan PNS di wilayah Korem 031/Wirabima sehingga keberadaan kita betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat," ujar Danrem. (ded/rls)
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie