Nusantara
Di Klenteng Sam Po Kong Semarang, banyak warga minta jodoh dan penglaris
Senin, 08 Feb 2016 08:03
"Banyak orang Jawa dari Semarang dan kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Jakarta. Bahkan ada yang dari luar Jawa datang ke klenteng untuk meminta doa, mencari jodoh, mencari penglaris atau modal yang disediakan pengurus atau yayasan. Kemudian juga meminta air di sekitar Klenteng yang telah didoakan untuk sembuh dari penyakit," tegas Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio kepada merdeka.com, Jumat (4/2).
Jongkie Tio menerangkan, Klenteng Sam Po Kong dulu dikenal sebagai Klenteng Gambiran. Setiap tanggal 1 dan tanggal 5 penanggalan Tionghoa, patung Cheng Ho dibawa dari Klenteng gambiran untuk kemudian diletakan di Altar Goa yang berada di dalam Klenteng itu. Goa itu bukan merupakan goa asli.
"Menurut penulis 'Riwayat Sam Po Kong' bernama Tju Kie Hak Siep, goa asli di mana Cheng Ho mendarat dan tinggal telah runtuh terkena angin puyuh besar yang melanda di daerah Simongan pada tahun 1704."
Pada waktu itu, daerah Gedong batu masih dikuasai oleh Yahudi kaya bernama Yohannes yang selalu meminta uang buka pintu sebagai pajak yang sangat tinggi. Hal ini menyulitkan masyarakat Tionghoa untuk melakukan upacara.
"Seorang pedagang dan tokoh Tionghoa Oei Tjie Sien mempunyai ujar atau nazar kalau orang Islam ngomong, jika usahanya berhasil akan membeli daerah milik orang Yahudi itu. Ternyata usahanya berhasil Oei dapat membeli Gedong Batu. Kemudian masyarakat sekitar bisa dengan bebas dan cuma-cuma melakukan upacara dan ritual doa di Klenteng Sam Pho Kong tersebut," tuturnya.
Setiap tahun di bulan Lak Gwee, diadakan arak-arakan dan pawai menggotong Toapekong Sam Po dari Klenteng Gang Lombok dengan disertai ular naga (Liong) dan Samsi serta sekor kuda. Kuda tersebut merupakan simbol tunggangan Laksamana Cheng Ho.
Disamping itu juga diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Sehingga Klenteng Sam Po Kong saat itu secara tidak langsung menjadi tempat pembauran kebudayaan dari berbagai macam golongan.
[merdeka.com]
Nusantara
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit