Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Di Klenteng Sam Po Kong Semarang, banyak warga minta jodoh dan penglaris

Nusantara

Di Klenteng Sam Po Kong Semarang, banyak warga minta jodoh dan penglaris

Senin, 08 Feb 2016 08:03
Merdeka.com
Klenteng Sam Po Kong, Semarang.
SEMARANG-Klenteng Sam Po Kong yang berada di Gedong Batu, Simongan, Kota Semarang menjadi tempat pemujaan warga etnis Tionghoa. Selain itu ada juga yang menjadikannya sebagai tempat mencari jodoh, penglaris dan meminta kesembuhan dari berbagai jenis penyakit. Ritual biasa dilakukan oleh warga setiap malam Jumat Kliwon.

"Banyak orang Jawa dari Semarang dan kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Jakarta. Bahkan ada yang dari luar Jawa datang ke klenteng untuk meminta doa, mencari jodoh, mencari penglaris atau modal yang disediakan pengurus atau yayasan. Kemudian juga meminta air di sekitar Klenteng yang telah didoakan untuk sembuh dari penyakit," tegas Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio kepada merdeka.com, Jumat (4/2).

Jongkie Tio menerangkan, Klenteng Sam Po Kong dulu dikenal sebagai Klenteng Gambiran. Setiap tanggal 1 dan tanggal 5 penanggalan Tionghoa, patung Cheng Ho dibawa dari Klenteng gambiran untuk kemudian diletakan di Altar Goa yang berada di dalam Klenteng itu. Goa itu bukan merupakan goa asli.

"Menurut penulis 'Riwayat Sam Po Kong' bernama Tju Kie Hak Siep, goa asli di mana Cheng Ho mendarat dan tinggal telah runtuh terkena angin puyuh besar yang melanda di daerah Simongan pada tahun 1704."

Pada waktu itu, daerah Gedong batu masih dikuasai oleh Yahudi kaya bernama Yohannes yang selalu meminta uang buka pintu sebagai pajak yang sangat tinggi. Hal ini menyulitkan masyarakat Tionghoa untuk melakukan upacara.

"Seorang pedagang dan tokoh Tionghoa Oei Tjie Sien mempunyai ujar atau nazar kalau orang Islam ngomong, jika usahanya berhasil akan membeli daerah milik orang Yahudi itu. Ternyata usahanya berhasil Oei dapat membeli Gedong Batu. Kemudian masyarakat sekitar bisa dengan bebas dan cuma-cuma melakukan upacara dan ritual doa di Klenteng Sam Pho Kong tersebut," tuturnya.

Setiap tahun di bulan Lak Gwee, diadakan arak-arakan dan pawai menggotong Toapekong Sam Po dari Klenteng Gang Lombok dengan disertai ular naga (Liong) dan Samsi serta sekor kuda. Kuda tersebut merupakan simbol tunggangan Laksamana Cheng Ho.

Disamping itu juga diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Sehingga Klenteng Sam Po Kong saat itu secara tidak langsung menjadi tempat pembauran kebudayaan dari berbagai macam golongan.
[merdeka.com]
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.