Selasa, 21 Jul 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Gelontorkan Life Jacket ke Nelayan, Kemenhub Bangun Budaya Keselamatan

Nusantara,

Gelontorkan Life Jacket ke Nelayan, Kemenhub Bangun Budaya Keselamatan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 20 Jul 2026 09:11
JAKARTA â€" Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot upaya membangun budaya keselamatan di sektor pelayaran. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, pemerintah menyalurkan ratusan alat keselamatan kepada nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, sebagai bagian dari kampanye nasional untuk menekan risiko kecelakaan di laut.

Dalam kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Jumat (18/7/2026), Ditjen Perhubungan Laut menyerahkan 150 unit life jacket, termasuk 50 unit yang merupakan dukungan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Selain itu, pemerintah juga membagikan 2.216 Buku Pelaut Merah dan enam e-Pas Kecil kepada nelayan serta masyarakat maritim.



Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan salah satu kawasan pelayaran dan perikanan paling sibuk di Jakarta. Tingginya aktivitas kapal, menurut dia, harus diimbangi dengan disiplin terhadap standar keselamatan pelayaran.

"Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut," ujar Masyhud.


Ia menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pelaku aktivitas di laut, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal hingga nelayan.

Masyhud mengingatkan setiap kapal wajib dipastikan dalam kondisi laik laut sebelum berlayar, dilengkapi alat keselamatan, tidak melebihi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan Syahbandar.

"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.

Menurut Masyhud, penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana yang dapat menjadi pembeda antara selamat dan celaka ketika terjadi kondisi darurat di laut.

"Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum membangun kesadaran bersama agar keselamatan benar-benar menjadi budaya dan pelayaran Indonesia semakin aman, nyaman, serta berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program serupa yang telah digelar di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025.

Saat itu, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, serta 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.

"Kami optimistis melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia," ujar Triono.

Kampanye keselamatan pelayaran ini diikuti 102 peserta yang berasal dari unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, aparat penegak hukum, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), tokoh masyarakat, hingga nelayan dan awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk memperkuat kesadaran keselamatan di kalangan masyarakat pesisir. Dengan semakin banyak nelayan yang memiliki perlengkapan keselamatan dan memahami pentingnya prosedur berlayar, diharapkan angka kecelakaan laut dapat terus ditekan dan aktivitas pelayaran rakyat berlangsung lebih aman. (goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/gelontorkan-life-jacket-ke-nelayan-kemenhub-bangun-budaya-keselamatan.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki