Jumat, 15 Mei 2026

Nusantara,

Pacu jalur Mendunia, Waktunya Tuan Rumah Berbenah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 12 Jul 2025 13:12
cakaplah.com
Hari ini kita semua menjadi saksi sejarah besar bahwa Ivent Budaya Pacu Jalur benar-benar dikenal oleh jagat dunia maya yang pada akhirnya merambat ke dunia nyata keseluruh penjuru dunia.

Dengan trendingnya Gerakan khas dari adik kita Aryyan Arkan Dhika yang dikenal dengan istilah anak Choky atau penari Togaluan di bagian depan perahu/jalur mengantarkan budaya pacu jalur menjadi titik utama sorotan kamera di daerah, pusat dan dunia. Undangan demi undangan dari media televisi, Pemprov Riau, Kementerian budaya, pariwisata, influencer, artis semua seperti tidak mau ketinggalan ikut mengundang adik kita Aryyan Arkan Dhika.

Seperti itu lah dinamika trend the power of marketing social media yang hari ini terjadi, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar didukung pula dengan pengguna aktif social media yang juga banyak tentunya ini menjadi nilai plus yang kita miliki di Indonesia. bandingkan dengan 10, 20, bahkan 30 tahun yang lalu begitu sulitnya kita menyebarkan informasi keseluruh penjuru apalagi dunia, butuh biaya besar, waktu yang cukup lama agar semua khalayak masyarakat dunia mengenalnya. Apalagi dalam rangka mengajak untuk mengikuti trend-nya.

Ivent Budaya yang sangat dicintai masyarakatnya

Pertama-tama kita ucapkan syukur alhamdulillah. Tentunya ini sejarah besar bagi kita semua masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Provinsi Riau terlebih lagi masyarakat tuan rumah ivent pacu jalur sendiri yaitu masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang kami banggakan. Menurut saya orang yang pernah berkunjung dan menyaksikan langsung kesana.

Ivent pacu jalur bukan sekedar perlombaan biasa. Ini adalah budaya yang sangat mandarah daging bagi masyarakatnya. Budaya ini sangat dicintai oleh masyarakatnya sendiri. Sehingga kecintaan serta rasa memiliki yang kuat (sense of Belogging) ini lah yang mengantarkan budaya pacu jalur tetap eksis dan terjaga sampai saat ini dengan usia 125 tahun sehingga menurut hemat saya sangat wajar rasanya budaya pacu jalur masuk kedalam daftar warisan budaya tak benda United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kedepannya.

Tentunya kondisi ini harus kita syukuri bersama bahwa ivent budaya pacu jalur kian dikenal karena Gerakan khas anak Choky atau penari Togaluan di bagian depan perahu/jalur namun disisi lainya kondisi ini juga menjadi bahan renungan kita bersama sembari melakukan evaluasi menyeluruh untuk melakukan peningkatan disegala sektor guna mensukseskan ivent budaya pacu jalur tersebut dengan level ivent pariwisata yang sudah tidak biasa lagi.

Mengingat ledakan kunjungan wisatawan akan megalami peningkatan sebesar 30 persen ujar Pak Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat baik dari dalam negeri sampai luar negeri akan terjadi. Dijagat dunia sosial media diperoleh informasi bahwa sudah ada konfirmasi artis penyanyi backsound aura farming Pacu Jalur dari Amerika Serikat Melly Mike akan turut hadir dalam ivent pacu jalur tersebut.

informasi tersebut dibenarkan oleh Pak Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat tersebut. tentunya ini ini berita yang sangat bangus dan sangat kita harapkan Bersama dalam rangka mempromosikan dan menarik wisatawan untuk hadir dalam ivent budaya pacu jalur ke Kabupaten Kuantan Singingi. Selain itu diharapkan memberikan pemasukan bagi seluruh sektor nantinya.

Melihat capaian situasi diatas tentunya kita sebagai tuan rumah juga harus melihat Kembali kedalam rumah kita sembari melakukan evaluasi. Kesiapan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk menyambut tamu-tamu kita dari dalam dan luar negeri nantinya. Paling tidak ada beberapa hal yang menurut hemat penulis coba tuangkan:

1. Kesiapan Infrastruktur Jalan Menuju Lokasi

Infrastruktur jalan memiliki peran strategis bukan hanya symbol prasarana pergerakan orang dan barang saja. Bukan hanya berperan sebagai konektivitas antar wilayah saja. Namun infrastruktur jalan yang bagus mencerminkan kesiapan Pemerintah Daerah dan Pusat didalam menjamin rasa aman, nyaman serta melindungi pengguna jalan yang berkendara sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dalam berkendara akibat buruknya kondisi jalan.

Tentunya dengan kolaborasi bersama antara Kementerian dan Lembaga diharapkan bisa bersinergi didalam upaya peningkatan kualitas jalan menuju kelokasi ivent budaya pacu jalur tersebut. mengingat ruas jalan dari Kota Pekanbaru sebagai pusat ibukota provinsi Riau menuju kelokasi ivent budaya pacu jalur pengelolaannya sudah menjadi kewenangan pada masing-masing Kementerian/Lembaga serta masing-masing Dinas yang ada di Provinsi maupun kabupaten/kota. Sehingga kolaborasi bersama dalam keterpaduan infrastruktur menjadi kuncinya.

2. Peningkatan Tribun Pacu Jalur Tepian Narosa

Tribun pacu jalur tepian Narosa merupakan tempat para pengunjung duduk dan menyasikan langsung ivent budaya pacu jalur. Tentunya fungsinya sangat penting sekali. Saat ini kondisinya tampak masih begitu belum cukup untuk menampung para pengunjung. Wal hasil banyak tribun di tepian narosa yang dibuat non permanen sistem bongkar pasang ditepian Sungai Batang Kuantan. Tentunya ini cukup riskan dan dikhawatirkan terjadinya ambruk masal akibat kelebihan beban yang tidak bisa dipastikan berapa sebenarnya kemampuan daya tampung beban maksimalnya. Kita khwatir para pengunjung bisa tecobur kebondar.

Kolaborasi dengan Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Sumber Daya Air adalah kuncinya. Mengingat kewenangan pengelolaan Wilayah Sungai (WS) Batang Kuantan adalah kewenangan pusat maka ada baiknya konsep pengaman tebing yang sering menjadi program di Balai Wilayah Sungai Sumatera III disingkronkan dengan mengusung konsep pengaman tebing berbentuk tribun sehingga memiliki dua fungsi selain berfungsi mengamakan tebing dari abrasi juga berfungsi untuk mendukung ivent budaya pacu jalur nantinya. Upaya pembebasan lahan disepanjang area ivent budaya pacu jalur tentunya akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat. Sehingga diharapkan saling bersinergi.

3. Kesiapan Jasa Tour And Travel Beserta Tourguide

Point ini juga sangat penting bagaimana nantinya Jasa Tour and travel beserta tourguide diharapkan bisa memberikan pengalaman dan sensasi yang berbeda bagi para wisatawan. Sehingga timbul rasa aman, nyaman dan kepercayaan wisatawan kedepannya untuk terus ingin Kembali hadir ke iven budaya pacu jalur nantinya.

4. Kesiapan Penginapan

Kesiapan penginapan tentunya akan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan guna memberikan rasa aman, nyaman bagi para wisatawan nantinya. Dukungan fasilitas dan penginapan yang berstandar juga perlu untuk ditingkatkan. Data dan informasi berapa jumlah hotel/penginapan serta jumlah kamar penginapan di kota Taluk juga perlu dipastikan. Guna mengetahui kemampuan dalam kesiapan tuan rumah nantinya guna mengantisipasi ledakan wisatawan.

5. Kesiapan Lokasi Kuliner Dan Suvenir

Wisatawan yang hadir diharapkan juga tidak hanya disuguhkan dengan ivent budaya pacu jalur saja. Spot-spot area Lokasi kuliner khas dan souvenir-suvenir khas UMKM setempat juga wajib dihadirkan guna memberikan Kesan yang mendalam bagi para wisatawan nantinya. Harapannya adalah timbulnya multiplayer effect nantinya terutama untuk sektor UMKM yang terbantu dengan adanya ivent budaya pacu jalur. Penataan area-area perdangangan dan jasa harus ditata Kembali. Guna memberikan rasa aman, nyaman bagi para wisatawan pejalan kaki di Lokasi hajatan budaya tsb.

6. Kesiapan Kebersihan, keamanan dan kenyamanan

Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan persoalan kebersihan tentunya harus diperhatikan oleh tuan rumah nantinya. Munculnya sampah yang berserakan di area-area ivent budaya pacu jalur harus bisa dibereskan setiap saat. Guna meminimalisir tumpukan sampah nantinya dilokasi tsb. Apalagi setelah penutupan ivent pacu jalur selesai masalah sampah begitu banyak bertaburan Dimana mana. Tentunya ini harus diperhatikan oleh tuan rumah.

7. Penyediaan peta wisata Papan informasi serta symbol pacu jalur

Setiap tempat dan penginapan/hotel sebaiknya dipajang peta area ivent pacu jalur yang berguna memberikan panduan bagi para wisatawan agar tidak tersesat dan dengan mudah nantinya Kembali kepenginapan. Hal ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Jogyakarta (DIY) meskipun terkesan sepele tetapi ini sangat membantu sekali bagi para pengunjung nantinya.
Selain itu kantor-kantor dinas pemerintah daerah ada baiknya disematkan logo atau symbol ivent pacu jalur sebagai symbol khas yang membuat wisatawan yang datang akan dengan gampang mengenalnya. Symbol ini menunjukan kebanggan dan kecintaan terhadap pacu jalur seperti halnya yang dilakukan oleh kabupaten tetangga kita Sijunjung dengan Geopark Silokeknya yang baru saja lolos Seleksi Aspiring UNESCO Global Geopark 2025.

Ancaman (Threats) dan Tantangan kedepan

1. Kayu Jalur

Ivent budaya pacu jalur adalah ivent yang tanpa kita sadaru erat hubungannya dengan alam. Ketergantungan bahan baku pembuatan jalur/perahu terhadap pasokan kayu hutan yang berusia puluhan tahun sangat tinggi. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius bagi kita bersama baik pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat. Keberlanjutan ivent budaya pacu jalur harus diimbangi dengan Upaya reboisasi dengan menggunakan bibit yang sudah di lakukan rekayasa genetic agar dapat dipanen tidak memakan waktu berpuluh puluh tahun nantinya.

Laju permintaan bahan baku jalur begitu tinggi sementara kurva es ketersediaan bahan baku kayu tidak seimbang tentunya hal ini dikhawatirkan terjadi krisis bahan baku kayu/jalur kedepannya. Jika tidak bisa diantisipasi. harus ada terobosan penggunaan material lainnya kedepan selain dari bahan baku kayu untuk membuat jalur.

2. Sedimentasi dan Rusaknya kualitas air

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa setiap akan dilakukan hajatan iven budaya pacu jalur pemerintah daerah rajin melakukan pengerukan terhadap badan air batang Kuantan yang menjadi Lokasi ivent pacu jalur. Hal ini bukan tanpa sebab. Akibat sedimentasi mengakibatkan terjadinya pendangkalan pada badan air. Persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin, illegal loging, illegal mining sepanjang daerah aliran Sungai batang Kuantan dan pada kawasan hulu juga kadang luput dari perhatian. Padahal korelasinya sangat jelas sekali rusaknya Sungai batang Kuantan akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertnggung jawab.

Sehingga hal ini perlu dilakukan kolaborasi bersama untuk dilakukan penindakan hukum guna menjaga keberlanjutan ivent budaya pacu jalur ini kedepannya. Mengingat momentum yang pas saat ini adalah perhatian pemerintah pusat terhadap masalah lingkungan sangat tinggi. Sudah waktunya pula kita bersama-sama menjaga semangatnya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:19

    Truk Kaca Tabrak Truk Bermuatan Pasir di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Meninggal Dunia.

    JAKARTA-Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk bermuatan terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Km 02+200B, Jumat (15/5/2026) pagi.Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala men

  • Jumat, 15 Mei 2026 13:54

    Ketua PGRI Jateng Soal Hapus Guru Honorer: Harusnya Pemerintah Pastikan Dulu Kebutuhan Guru di Daerah

    Rencana pemerintah menjalankan kebijakan penghapusan guru honorer di sekolah negeri mulai 1 Januari 2027 dapat memicu krisis tenaga pengajar di sejumlah daerah.Sebab, banyak sekolah masih bergantung p

  • Jumat, 15 Mei 2026 13:36

    Heboh Tagihan Listrik Lebih Mahal, PLN Beri Penjelasan

    PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi pembayaran tarif listrik. Sehingga bisa mengelola pemakaian secara lebih bijak, agar t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.