Nusantara
Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Pemgamanan KTT OKI
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 01 Mar 2016 16:04
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Agus
Supriatna, dan Wakasal Laksdya TNI Arie Henrycus Sembiring M. memimpin
Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Luar Biasa
OKI (Organisasi Kerjasama Islam) ke-5 tahun 2016 di Silang Monas,
Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).
Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT Luar Biasa OKI ke-5 yang akan
berlangsung pada tanggal 6 s.d 7 Maret tahun 2016, melibatkan 10.150
Prajurit TNI dan Polri, terdiri dari 300 Koopspam, 500 Kosatgaspam,
3.600 Satgaspamwil, 2.200 Kodam Jaya, 700 BKO Kostrad, 500 dari BKO
Kormar, 200 BKO Paskhas, 900 Satgas Hanud (700 Kohanudnas dan 200 BKO
Paskhas), 1000 Satgas Laut, 1.200 Satgas Udara (650 Koopsau I, 350 Lanud
Halim, 200 BKO Paskhas), 850 Satgas Passus TNI (Kopassus 550, BKO
Kormar 200, BKO Paskhas 100), Satgas Kodam II/Swj 200 personel, Satgas
Kodam III/Slw 600 personel, Cadangan Pusat (Standby Force) 1000 personel
(Kostrad 500 dan Kormar 500). Sedangkan Satuan Tugas Pengamanan VIP
Polri akan melibatkan 5.578 personel.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menginstruksikan kepada
seluruh satuan personel pasukan pengamanan KTT Luar Biasa OKI, yaitu :
Pertama, pahami secara jelas jabaran tugas setiap satuan dan perorangan
sebagaimana yang tertuang dalam rencana pengamanan. Yakinkan setiap
anggota memahami siapa berbuat apa, di mana, kapan dan bagaimana.
Kedua, kuasai daerah tugas yang menjadi tanggung jawab satuan
masing-masing. Bagi satuan yang berada di lingkaran luar perlu
mewaspadai sektor-sektor yang berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal
yang tidak diinginkan. Sedangkan bagi satuan yang berada di lingkaran
dalam, khususnya yang berada di lokasi kegiatan KTT Luar Biasa OKI,
perlu dan harus untuk mempelajari dan memahami blueprint lokasi atau
venue yang digunakan untuk KTT, baik bandara Soekarno - Hatta maupun
tempat konferensi dan penginapan para delegasi, dan beberapa venue
lainnya yang digunakan untuk KTT Luar Biasa OKI. Hal ini harus dipahami
secara cermat, guna mempermudah pelaksanaan pengamanan dan memperlancar
langkah tindakan dalam mengambil keputusan.
Ketiga, laksanakan koordinasi secara ketat, baik intern maupun antar
komponen pengamanan, utamanya dengan unsur pengamanan dari negara lain
secara intensif, serta pelihara kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang
tinggi terhadap segala kemungkinan munculnya kerawanan dan atau ancaman,
sejak, sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan pengamanan.
Keempat, jangan sekali-kali memberi toleransi dan kompromi sekecil
apapun, terhadap setiap gelagat atau indikasi yang dapat mengundang
kerawanan. Waspadai secara cermat serta siapkan langkah antisipasi atas
segala kemungkinan penyusupan dari manapun datangnya, terutama indikasi
terhadap aksi terorisme.
Kelima, kedepankan tindakan preventif secara maksimal. Sedangkan
tindakan represif, dilakukan secara tegas dan merupakan jalan terakhir,
sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Laksanakan tugas
secara profesional, proporsional dan penuh rasa tanggung jawab yang
tinggi, serta hindari segala bentuk pelanggaran disiplin dan pelanggaran
hukum.
Keenam, di tengah padat dan ketatnya kegiatan, kita harus tetap mampu
mengikuti perkembangan situasi secara terus-menerus, serta perhatikan
faktor keamanan dan pengamanan terhadap personel, materiil serta berita
dan dokumen, selanjutnya laporkan hal-hal menonjol kepada pimpinan pada
kesempatan pertama. Ketujuh, laksanakan pengawasan dan pengendalian
semua unsur satuan tugas pengamanan dalam jajaran masing-masing, agar
semua kegiatan pengamanan dapat berjalan lancar, tertib, aman dan
sukses.
Usai acara Apel Gelar Pasukan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
beserta Kepala Staf Angkatan serta pejabat teras Mabes TNI dan
Angkatan, melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap peralatan dan
Alutsista, mulai dari senjata perorangan, alat komunikasi, kendaraan
tempur, Helikopter, Tank Anoa yang digunakan prajurit TNI dan Polri,
dalam pengamanan KTT OKI ke-5 tahun 2016 yang akan berlangsung Minggu
depan. (ded/rls)
Nusantara
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie