Pusat Pengendalian Operasi TNI Gelar Rapat Koordinasi
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Kamis, 25 Feb 2016 15:39
JAKARTA-Pusat Pengendalian Operasi TNI menggelar Rapat
Koordinasi Tahun 2016 selama 1 (satu) hari, dengan tema "Komunitas
Puskodal TNI Siap Berbuat Yang Terbaik, Berani, Jujur dan Ikhlas Guna
Mewujudkan Lapor Cepat, Tepat dan Aman Dalam Rangka Mendukung K4I
(Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer dan Intelijen) TNI".
Rapat Koordinasi Pusat Pengendalian Operasi (Rakornis Pusdalops) TNI
yang diikuti oleh 60 Personel TNI, terdiri dari 24 personel Mabes TNI,
18 personel TNI AD, 7 personel TNI AL, 6 personel TNI AU dan 6 personel
non struktural (BNPB, Bakamla, Basarnas), dibuka secara resmi oleh
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan M.P.A.,
M.B.A, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis
(25/2/2016).
Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A, dalam
pengarahannya menyampaikan bahwa, tugas pokok Pusdalops TNI yaitu
menyiapkan dukungan fasilitas komando dan pengendalian operasi TNI serta
menyelenggarakan sistem informasi di lingkungan Mabes TNI.
"Puskodal mempunyai peran yang sangat vital dan sentral
dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran tugas dalam
organisasi. Selain itu peran Komando Utama Operasi (Kotamaops) selaku
subjek atau motor penggerak dalam memberikan informasi menuntut kondisi
personel yang profesional dan mampu menjabarkan tugas pokoknya dalam
mewujudkan tujuan organisasi," ujarnya.
"Berangkat dari tema tersebut maka pengetahuan tentang pusat
pengendalian operasi atau Central Command Operation harus kuat, dan
filosofinya harus dipahami. Apabila filosofinya tidak dipahami dalam
rangka penjabaran detail dari pelaksanaan kegiatan tentang Central
Command, maka tidak akan terlaksana dengan baik," kata Kasum TNI.
Lebih jauh Kasum TNI menyampaikan bahwa, saat ini Indonesia menuju pada
sistem pertahanan C4ISR (Command, Control, Communication, Computer,
Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance). Sistem ini sebuah sistem
terintegrasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan peralatan
penginderaan meliputi radar dan satelit, untuk memonitor kawasan darat,
laut, maupun udara Indonesia.
"Pusdalops harus bisa memberikan masukan bagi para tenaga
ahli atau pengguna, dalam hal ini para pengambil keputusan di jajaran
TNI," tegasnya.
Mengakhiri pengarahannya, Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan
M.P.A., M.B.A., berharap dengan diselenggarakannya Rakor Pusdalops TNI
akan tercipta kemampuan komando dan pengendalian terhadap
satuan-satuan TNI yang sedang melaksanakan tugas di wilayah tanggung
jawab masing-masing.
Tingkatkan hubungan dan koordinasi dengan Puskodal Angkatan dan Kotama Ops TNI, serta dengan instansi lain untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam rangka memberikan laporan informasi kepada Panglima TNI. (ded/rls)
Nusantara
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie