Senin, 29 Jun 2026

Nusantara

Sisi Lain Makna Tahun Baru Imlek

Senin, 08 Feb 2016 07:38
Okezone.com
Pernak-pernik imlek.
JAKARTA - Tahun baru Imlek menjadi salah satu perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa, tak terkecuali yang bermukim di Indonesia. Menjelang imlek, berbagai pusat keramaian pun dihiasi dengan berbagai atribut imlek, seperti lampion, pohon angpao, dan pernak-pernik cantik lainnya.

Kepala Pusat Kajian Budaya Tionghoa (PKBT) Universitas Tarumanagara (Untar) Prof Dr Ir Dali S Naga, MMSI mengatakan, makna imlek sebenarnya tak lebih dari tahun baru dalam penanggalan China. Pada awalnya, pergantian tahun tersebut diartikan sebagai tahun pertanian.

"Waktu itu bertepatan dengan pergantian musim. Jadi mereka harus tahu tentang musim untuk bisa bertanam, panen, dan sebagainya. Jadi penanggalan tersebut kalau dipelajari banyak berhubungan dengan pertanian," ujarnya seperti dikutip dari Okezone,Seniun (08/02/2016)
Setelah bertanam dan berhasil panen, tutur Prof Dali, barulah pesta, sehingga muncul perayaan-perayaan lainnya. Sedangkan menurut dia, bentuk perayaan dalam tradisi imlek sendiri bermacam-macam.

"Waktu saya kecil dulu, saat datang tahun baru, kami mengunjungi semua keluarga. Memberikan selamat tahun baru, yang muda ke yang tua, dan terkadang diberi hadiah angpao," terangnya.

Mantan Rektor Untar itu mengungkapkan, usai Imlek, selama 15 hari kemudian para masyarakat Tionghoa masih bersuka cita menyambut datangnya bulan purnama atau disebut dengan Cap Go Meh. Pada saat itulah kembali muncul kemeriahan dengan berbagai atraksi barongsai, naga liong, dan sebagainya.

"Salah satu ciri khas Imlek itu hujan, tetapi sebenarnya itu tergantung tempat. Kebetulan di Indonesia sedang musim hujan," ucapnya.

Sementara untuk hidangan khas Imlek, seperti kue keranjang, imbuh Prof Dali, memang berasal dari dataran Tiongkok. Namun, tidak semua mengharuskan lantaran saat ini banyak masyarakat Tionghoa yang sudah modern.

"Saat ini perayaan Imlek sudah di mana-mana, tetapi karena begitu banyaknya populasi, jadi tidak semua tahu kalau di sana ada perayaan. Kalau dulu saat ada atraksi besar, misalnya atraksi Cap Go Meh di daerah Glodok pasti orang tahu dan ramai, sekarang sudah tersebar," tandas pria 81 tahun tersebut.
(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.