Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Olahraga
  • 5 Juara Dunia MotoGP dengan Selisih Poin Paling Tipis, Nomor 1 Paling Sengit

Olahraga

5 Juara Dunia MotoGP dengan Selisih Poin Paling Tipis, Nomor 1 Paling Sengit

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 25 Jul 2025 10:30
okezone.com
SETIDAKNYA ada 5 juara dunia MotoGP dengan selisih poin paling tipis yang menarik untuk dibahas. Saking sengitnya, bahkan ada yang selisih nol poin!

Sejarah MotoGP dipenuhi dengan pertarungan sengit hingga lap terakhir, bahkan balapan terakhir musim. Beberapa gelar juara dunia berhasil direbut dengan selisih poin yang sangat tipis, meninggalkan cerita-cerita epik yang tak terlupakan bagi para penggemar balap motor.

Momen-momen ini tak hanya menguji kecepatan pembalap, tetapi juga konsistensi, strategi, dan mental baja mereka. Beberapa persaingan pun begitu ketat sampai ada yang berselisih poin sangat tipis.

Berikut adalah lima gelar juara dunia MotoGP (dan kelas utama sebelumnya) yang dimenangkan dengan selisih poin paling tipis dalam sejarah:
1. Giacomo Agostini vs Mike Hailwood (1967)

Pertarungan antara dua legenda ini di tahun 1967 menjadi salah satu yang paling dikenang. Giacomo Agostini dari Italia dan Mike Hailwood dari Inggris bersaing ketat hingga seri terakhir.

Agostini akhirnya keluar sebagai juara dunia, meski sama-sama memiliki 46 poin dengan sama-sama mengoleksi lima kemenangan. Pada akhirnya juara ditentukan dari siapa yang paling banyak finis runner-up dan Agostini pemenangnya, usai memiliki 3 podium runner-up, sedangkan Hailwood hanya dua.

2. Umberto Masetti vs Geoff Duke (1950 dan 1952)

Pembalap Italia, Umberto Masetti, mencatatkan namanya dalam sejarah dengan dua gelar juara dunia yang diraih lewat selisih poin tipis. Pada tahun 1950 dan 1952, Masetti terlibat duel ketat dengan pembalap Inggris Geoff Duke.

Di kedua musim tersebut, keunggulan Masetti sangat tipis, membuktikan betapa ketatnya persaingan di awal era Grand Prix sepeda motor. Pada 1950 Masetti unggul 1 poin saja, yakni 28 vs 27. Lalu di 1952 jarak keduanya hanya 3 poin.

3. Leslie Graham vs Nello Pagani (1949)

Musim perdana kejuaraan dunia sepeda motor Grand Prix pada tahun 1949 langsung menyuguhkan drama tingkat tinggi. Gelar juara dunia pertama di kelas 500cc (cikal bakal MotoGP) direbut oleh pembalap Inggris Leslie Graham dalam pertarungan dramatis melawan pembalap Italia Nello Pagani.

Selisih poin mereka sangat tipis, menandai awal yang mendebarkan bagi ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Tepatnya selisih poin mereka hanya dua poin saja.

4. Freddie Spencer vs Kenny Roberts (1983)

Era keemasan Grand Prix di tahun 80-an juga menyajikan duel legendaris antara dua pembalap Amerika Serikat, Freddie Spencer dan Kenny Roberts. Pada musim 1983, persaingan mereka begitu intens hingga balapan terakhir.

Spencer, yang dijuluki "Fast Freddie," akhirnya berhasil mengungguli Roberts, "King Kenny," dengan selisih poin yang sangat tipis, yakni dua poin.

5. Marc Marquez vs Jorge Lorenzo (2013)

Pada musim debutnya di kelas utama, Marc Marquez langsung menciptakan sejarah dengan merebut gelar juara dunia MotoGP. Namun, kemenangannya tidak diraih dengan mudah.

Marquez harus bertarung sengit melawan rekan senegaranya, Jorge Lorenzo, yang merupakan juara dunia bertahan saat itu. Marquez mengunci gelar di Valencia dengan selisih poin yang sangat tipis, empat poin, menunjukkan bakat luar biasa dan mental baja sejak awal kariernya di kelas premier.

Pertarungan ini menjadi titik awal dominasi Marquez di era modern.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Olahraga
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.