Kamis, 23 Apr 2026

SEPAKBOLA

Prediksi Final Piala Presiden 2015

Sabtu, 17 Okt 2015 16:22
Facebook Persib
Persib di atas kertas lebih unggul dari Sriwijaya FC
BANDUNG - Duel Persib Bandung vs Sriwijaya FC akan tersaji di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu 18 Oktober 2015. Siapa paling berpeluang menang?

Dari segi pelatih, laga final nanti akan jadi pembuktian dua pelatih papan atas Indonesia. Keduanya terbilang punya prestasi cukup mentereng di sepakbola nasional.

Di kubu Persib, pelatih Djadjang Nurdjaman punya satu gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Djadjang juga punya prestasi mentereng pernah mengantar Persib sebagai juara kompetisi perserikatan 1986, 1990, dan 1994 sebagai pemain serta juara Liga Indonesia I 1994-1995 sebagai asisten pelatih.

Sementara Sriwijaya punya Benny Dollo yang memiliki track record yang tak bisa diremehkan. Ia pernah mengantar Pelita Jaya juara kompetisi Galatama sebanyak tiga kali pada 1989, 1990, dan 1994. Pelita Jaya juga tiga kali dibawa menjadi runner up Galatama.

Bersama Persita Tangerang, pria yang akrab disapa Bendol mampu jadi juara dua Liga Indonesia 2002. Sementara bersama Arema, ia mengantar Singo Edan jadi juara Divisi I Liga Indonesia 2004.

Yang paling mentereng, Bendol membawa Arema dua kali jadi juara Copa Indonesia pada 2005 dan 2006.

Kini, keduanya akan berduel sebagai pelatih dengan modal para pemain kelas atas. Di kubu Persib, banyak bintang top bercokol seperti Ahmad Jufriyanto, Supardi, Firman Utina, Konate Makan, hingga Zulham Zamrun.

Sebaliknya, Sriwijaya FC juga punya komposisi pemain top seperti Syakir Sulaiman, Patrich Wanggai, Asri Akbar, hingga Titus Bonai. Tapi secara umum, Persib punya kualitas pemain lebih "mahal" dari Sriwijaya FC.

Hanya saja komposisi pemain belum tentu jadi ukuran kemenangan. Siapa yang bermain lebih kompak punya peluang lebih besar menang dan jadi juara.

Sementara menilik dari segi permainan, kedua tim punya permainan agresif. Kekuatan lini tengah dan kecepatan trio pemain depan bisa menjadi senjata utama kedua tim.

Dari dari segi produktivitas, Persib jauh lebih galak. Dari tujuh laga di Piala Presiden, Persib menghasilkan 13 gol dan hanya kemasukan enam gol.

Sementara Sriwijaya FC punya koleksi gol lebih sedikit. Mereka hanya punya 11 gol. Itu pun tiga di antaranya hasil dari menang WO alias 3-0 dari Bonek FC. Jadi, total gol murni mereka hanya delapan dan kemasukan enam gol.

Dari data tersebut, Persib lebih dijagokan sebagai pemenang karena punya lini depan yang terbilang tajam. Apalagi mereka punya winger dan striker tajam seperti Zulham Zamrun dan Konate Makan.

Tapi Sriwijaya FC bukan tanpa peluang. Mereka bisa menang dengan mengandalkan pemain depan berkecepatan tinggi seperti Patrich Wanggai dan Titus Bonai.

Selama ini Persib cukup kerepotan jika harus menghadapi pemain dengan daya jelajah dan kemampuan berlari cepat. Terlebih, lini belakang Persib masih kurang stabil. Sesekali lini pertahanan tangguh, tapi kerap juga lini pertahanan mereka kurang konsentrasi.

Sementara dari segi pengalaman bermain, Sriwijaya FC lebih tangguh karena mereka lebih banyak bermain di luar Palembang selama Piala Presiden. Laga semifinal bahkan diraih di Solo karena Palembang masih diserang kabut asap.

Sebaliknya, Persib lebih terlatih main di hadapan publiknya sendiri alias jago kandang selama Piala Presiden. Dua laga tandang pun berakhir dengan kemenangan. Tapi di Bandung, Persib selalu memenangkan laga.

Laga final pun akan digelar di tempat netral. Tapi Persib akan didukung lebih banyak suporternya daripada Sriwijaya FC. Hal itu akan membuat GBK seolah-olah jadi kandang Persib.

Dari hal itu, Persib akan lebih di atas angin. Atep dan kawan-kawan diprediksi akan bermain penuh semangat dan keluar sebagai pemenang. Tapi hal itu bukan hal mutlak. Persib dan Sriwijaya FC sama-sama punya peluang untuk menang dan jadi juara Piala Presiden.

Jawaban siapa yang akan keluar sebagai juara pun baru akan diketahui pada laga nanti. Hal itu jelas menarik untuk ditunggu.

(okezone.com)
Olahraga
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:50

    Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:47

    Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.