Selasa, 21 Jul 2026
Opini
Jangan Bunuh Singa yang Mengaum Diantara Kamu, Jika tak Mau Dimangsa Serigala yang Ada di Sekitarmu
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 21 Jul 2026 10:52
SEJARAH berulang kali menunjukkan bahwa masyarakat sering kali terlambat menyadari nilai seorang pemimpin atau sosok pemberani. Ketika ia masih ada, suaranya dianggap terlalu keras, sikapnya dinilai terlalu tegas, bahkan keberaniannya dipandang sebagai ancaman. Namun setelah ia disingkirkan, barulah terlihat kehadirannya selama ini menjadi benteng yang melindungi kepentingan banyak orang, kepentingan yang lebih luas untuk masa depan rakyat, masa depan bangsa yang lebih baik.
Ungkapan, ”Jangan bunuh singa yang mengaum diantara kamu, jika tidak ingin dimangsa serigala di sekitarmu”, menggambarkan kenyataan tersebut.
Singa tidak selalu mengaum karena ingin ditakuti. Terkadang, aumannya adalah peringatan akan bahaya yang tidak disadari oleh yang lain. Ia menjaga wilayahnya, melindungi kelompoknya, dan menghadapi ancaman secara terbuka.
Sebaliknya, serigala dalam ungkapan ini melambangkan pihak-pihak yang bergerak dalam bayang-bayang, memanfaatkan perpecahan, kelemahan, atau hilangnya sosok yang selama ini menjadi pelindung.
Ancaman terbesar tidak selalu datang dari mereka yang bersuara lantang, tetapi dari mereka yang diam tetapi terus mencari kesempatan untuk mengambil keuntungan.
Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mampu membedakan antara kritik yang membangun dan hasutan yang memecah belah, antara ketegasan yang melindungi dan kesewenang-wenangan yang merugikan. Tidak semua sosok yang berani adalah orang yang mementingkan pribadi dan kelompok, dan sebaliknya tidak semua yang tampak tenang membawa niat baik.
Karena itu, sebelum terburu-buru menjatuhkan seseorang yang memiliki keberanian dan integritas, penting untuk bertanya: apakah yang ingin kita singkirkan benar-benar ancaman, atau justru selama ini pelindung kita dari bahaya yang lebih besar?
Karena itu, bangsa, organisasi, maupun komunitas membutuhkan orang-orang yang berani mengambil tanggung jawab, menyampaikan kebenaran, dan berdiri di garis terdepan ketika yang lain memilih diam. Kehilangan sosok seperti itu dapat menciptakan kekosongan yang kemudian diisi oleh orang yang mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama.
Pada akhirnya, kebijaksanaan bukan tentang memilih siapa yang harus didukung, tetapi juga memahami siapa yang patut dipertahankan demi menjaga keseimbangan dan masa depan bersama. Sebab ketika Singa dibungkam, bukan berarti hutan menjadi aman. Bisa jadi, itulah saat Serigala mulai berkeliaran tanpa rasa takut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/jangan-bunuh-singa-yang-mengaum-diantara-kamu-jika-tak-mau-dimangsa-serigala-yang-ada-di-sekitarmu.html
komentar Pembaca