Keamanan Negara Dipertaruhkan Memasuki MEA
Senin, 18 Jan 2016 09:03
Kini Indonesia kembali berduka dengan adanya pengeboman di Sarinah, Jakarta kemarin. Warga sipil maupun aparat keamanan menjadi korban dalam pengeboman tersebut. Sontak, pengeboman yang mengaku dari kelompok ISISI itu membuat gempar baik di Indonesia maupun dunia internasional. Presiden Jokowidodo menginstruksikan agar pengamanan semakin diperketat, dan masyarakat dihimbau jangan takut dengan aksi teroris tersebut.
Aksi teror tersebut memang sudah terhendus sejak perayaan Natal dan awal Tahun Baru 2016 kemarin. Pihak keamanan baik dari TNI, Polri dan lainnya super ketat untuk menjaga di setiap kota-kota yang teridentifikasi adanya keberadaan teroris tersebut. Hampir seluruh ruas jalan tak luput dari razia yang dilakukan oleh aparat gabungan. Tujuannya, tak lain untuk mengkondusifkan acara perayaan besar tersebut, dan menjaga rasa aman masyarakat dari hal yang tak diinginkan.
Namun, siapa yang sangka paska perayaan besar tersebut malah aksi teror itu terjadi. Bisa dikatakan pihak "intelijen" kebobolan dengan aksi ini. Apalagi, aksi teror tersebut berada di pusat jantung ibu kota. Notabene daerah tersebut merupakan daerah khusus. Ditambah dengan tempat kejadian perkara (TKP) tak jauh dari istana negara. Padahal, jika dilihat pengamanan di daerah tersebut sebenarnya bisa dikatakan cukup ketat.
Aksi pengeboman yang mengkau dari ISIS tersebut berdampak kepada tingkat perekonomian dalam negeri. Lihat saja pada pagi hari kemarin, rupiah menguat dikarenakan salah satunya berindikator kepada terjadi pengebomanan tersebut. Walaupun, pemerintah menjamin Indonesia masih aman. Pemerintah pun menyeruhkan agar masyarakat tak takut dengan aksi teror yang dibuat itu.
Indonesia yang merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara ini, tentu sasaran empuk bagi para teroris. Mengingat letak topografi yang strategis dan negara besar sangat mudah untuk menyusup. Apalagi, keragaman masyarakat yang berbeda-beda. Tak dipungkiri, pemahaman masyarakat cukup runci antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya.
Segar diingatkan kita, jika mengingat pada bom Bali. Sontak, tempat pariwisata itu mencekam dengan adanya kejadian tersebut. Daerah wisata terkenal seantero dunia ini turun drastis pasca bom di Bali. Banyak wisatawan asing yang enggan untuk datang ke tempat ini. Bahkan, berbagai negara sempat mengeluarkan travel warming di Indonesia.
Perlahan tapi pasti, pihak keaman mulai membereskan pelaku teror yang ada di Indonesia. Negara inipun pelan-pelan menjadi negara aman. Laju perekonomian mulai meningkat. Tak terkecuali pada daerah parwisatanya. Berbagai negara asing berbondong-bondong untuk masuk ke Indonesia. Bahkan, segar diingatan kita Bali merupakan pulau terbaik nomor dua di dunia, dan yang pertama di Asia. Sungguh ini prestasi yang cukup baik untuk kedepannya.
Selain itu, sektor lainnya seperti industri, jasa dan lainnya juga mulai menggeliat. Walaupun tingkat laju perekonomian melamban, namun Indonesia tak terkena krisis moneter seperti yang terjadi di seagian negara Eropa. Melihat prestasi itu, pihak investor baik asing maupun lokal melihat ekonomi Indonesia cukup baik untuk berinvestasi.
Apa boleh buat, kejadian di Jakarta tersebut sudah terjadi yang kesekian kalinya. Pihak aparat kemanan pun lebih ekstra untuk mencari jejak-jejak teror yang tersisa. Sebab, kejadian ini bukan sekalI saja di Indonesia, melainkan sudah cukup sering. Apalagi aksi ini sangat kuat dikaitkan oleh yang dilakukan paham-paham radikal yang tidak senang oleh Indonesia.
Keamanan negara pun dipertaruhkan diera memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini. Semejak pintu MEA dibuka pada 31 Desember tahun mendatang, pihak investor baik di dalam negri maupun luar negeri, pasti akan melirik sejauh mana negara itu aman dari tindakan kejahatan. Karena keamanan merupakan salah satu kunci pihak investor untuk menanamkan modalnya di negara tersebut. Apalagi, pemerintah sangat membuka lebar bagi para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Kota Besar
Sudah rahasia umum jika kota besar yang ada di Indonesia merupakan target teror. Mengingat instansi negara ada di kota-kota besar tersebut. Apalagi, berbagai pihak keamanan memandang target ini bukan hanya untuk bangsa asing saja, melainkan sudah beralih ke aparat keamanan atau para pejabat tinggi. Sebab, pihak teror itu menganggap mereka juga merupakan musuh.
Target itu pun tak dibiarkan oleh pihak aparat kemaman. Berbagai pengamanan superketat pun dilakukan pada pasca pengembonan tersebut. Dipastikan kedepannya aparat kemanan akan lebih ketat lagi menjaga pintu-pintu masuk Indonesia seperti di pelabuhan maupun bandara. Diharapkan jalur-jalur tikus yang biasa dipakai oleh pasar gelap tersebut akan bisa dijaga lebih maksimal lagi.
Pengamanan ketat yang dilakukan tersebut di kota besar maupun kota lainnya berdampak pada perekomian juga. Sebab, pihak investor pasti melihat sejauh mana keamanan di daerah tersebut. Pasti pihak investor tak mau rugi jika yang diinvestasikannya merugi, yang disebabkan oleh keamanan yang tidak kondusif.
Kota Medan, yang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia ini semakin berkembang. Terlihat perhotelan, mall, dan tempat lainnya semakin bertambah. Menunjukkan, perkembangan perekonomian Kota Medan semakin meningkat. Ini sangat baik untuk perkembangan Indonesia itu sendiri.
Jika dilihat, Kota Medan memang belum ada terjadi seperti di Jakarta tersebut. Melainkan yang sering terjadi yakni aksi tindakan kriminal lainnya seperti perampokan, penodongan, jambret dan lainnya sangat merebak. Bahkan tindakan kejahatan tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tindakan kriminal itu pun tak pandang tempat, sampai di pusat kota pun sering terjadi tindakan kriminal.
Aksi kejahatan ini bisa dikatakan pasti ada di kota besar, bahkan kota seperti di Amerika Serikat pun juga ada. Namun, jika ini dibiarkan, tindakan kejahatan di Kota Medan semakin merajalela pula. Kinerja aparat kemanan pun dipertaruhkan dalam mengamankan di setiap lini Kota Medan.
Memasuki MEA
Tak terasa kini sudah masuk pada kawasan MEA. Negara Indonesia merupakan negara yang diprediksikan akan berkembang pesat. Namun, dengan adanya aksi teror ini pasti akan berdampak kepada perkembangan perekonomian kedepannya. Sebab, pihak investor baik di dalam negeri maupun luar akan memikirkan kembali untuk berinvestasi.
Negara yang besar ini memang tak mudah untuk diamanakan. Prancis saja yang bisa dikatakan negara ketat masih kecolongan, dan menyebabkan jatuh korban dari tindakan teror tersebut. Apalagi, Indonesia yang notabene letak wilayahnya cukup besar. Sangat mudah sekali untuk masuk di Indonesia melalui jalur tikus tersebut.
Untuk itulah, pihak keaman harus lebih ekstra lagi dalam menjaga perbatasan. Apalagi, ini sduah memasuki MEA. Tak sekedar menjaga ketat pada pintu masuk, juga memberikan ilmu kepada masyarakat bahwasanya aksi teror itu sangat berdampak buruk bagi semuanya. Bisa saja melakukan aksi sosialisasi di sekolah, kampus, tempat kerja, maupun tempat umum lainnya. Ini sangat efetif untuk mencegah masuknya paham radikal tersebut. Keluarga juga aktif untuk memberikan pembelajaran landasan agama kepada anak mereka, bahwasanya tindakan teror tersebut sangat mencederai agamanya itu sendiri, dan menyebabkan orang tak bersalah akan rugi.
Selain itu, pihak pemerintah harus berperan aktif dalam melihat pengangguran yang ada di masyarakat. Tindakankan kejahatan itu juga indikatornya kebutuhan ekonomi. Pasti, dengan mereka menganggur, kelompok ekstrimis itu sangat mudah merasuk ke mereka, dengan iming-iming mendapat uang yang cukup besar. Setelah itu dilakukan, dipastikan Indonesia jauh lebih terhindar dari aksi teror tersebut. Alhasil, Indonesia akan menjadi negara yang diimpikan.
(analisadaily.com)
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p