Senin, 10 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Makan Bergizi Gratis: Bukan Hanya Sekadar Makanan yang Tersaji, Namun Harapan untuk Negeri

Opini

Makan Bergizi Gratis: Bukan Hanya Sekadar Makanan yang Tersaji, Namun Harapan untuk Negeri

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 10 Agu 2026 08:57
MAKAN Bergizi Gratis (MBG) jangan hanya dilihat dari apa yang tersaji di atas piring. Di balik seporsi makanan bergizi, ada harapan yang jauh lebih besar: harapan untuk membangun manusia Indonesia yang lebih sehat, yang lebih kuat, lebih cerdas, dan pada akhirnya lebih berkualitas.

Namun, manfaat MBG sesungguhnya tidak berhenti pada anak yang menerima makanan. Program ini juga membuka pasar yang besar bagi petani, nelayan dan kolam ikan, peternak, pengemudi, hingga ribuan orang yang bekerja di dapur-dapur MBG. Tentu hal ini sudah banyak kita pahami, karena sudah juga sering diulas.


Ketika kebutuhan bahan pangan meningkat secara teratur, pertanian, perikanan, dan peternakan memiliki peluang untuk kembali bergairah. Mereka yang mampu membaca peluang dan memanfaatkan pasar yang tercipta dari Program MBG tentu dapat tumbuh bersama.

Inilah efek berantai yang semestinya kita lihat.


MBG bukan hanya tentang memberi makan. Ia juga tentang menciptakan permintaan, menggerakkan produksi, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah.

Tentu, tidak ada program besar yang sempurna sejak hari pertama. Kritik terhadap MBG diperlukan. Bahkan sangat diperlukan. Tetapi kritik hendaknya diarahkan untuk memperbaiki tata kelola, bukan mematikan tujuan baik dari program tersebut.


Mungkin ada sebagian kecil masyarakat tidak membutuhkan makanan gratis. Itu suatu hal yang wajar. Tetapi jangan karena ada yang tidak membutuhkan, kita kemudian menghentikan suapan bagi mereka yang sangat membutuhkan.

Banyak murid yang gembira, antusias menyambut kedatangan mobil pengantar MBG. Jumlah mereka yang membutuhkan mungkin jauh lebih besar, bahkan bisa disebut mayoritas.


Kita juga jangan lupa kepada ribuan orang yang hari ini bekerja di dapur-dapur MBG. Ada yang menyiapkan bahan, ada yang memasak, mengemas, mengantar, mengelola administrasi, hingga memasok kebutuhan pangan. Bagi mereka MBG bukan hanya sekadar kebijakan pemerintah. Di sana ada pekerjaan, ada rezeki untuk keluarga.

Karena itu, jika ditemukan tata kelola yang tidak baik, pemerintah harus memperbaikinya. Jika ada pemborosan, benahi. Jika ada prosedur yang lemah, perkuat. Jika ada pihak yang bermain-main dengan anggaran, tindak. Jika ada yang nakal dan korup, proses sesuai hukum yang berlaku.


Jangan biarkan kesalahan sebagian orang menjadi alasan untuk menghilangkan manfaat bagi jutaan orang.

Ada ungkapan sederhana: Jangan karena marah kepada tikus, lumbung padi yang dibakar. Tikusnya yang ditangkap, bukan lumbungnya yang dibakar.

Demikian juga dengan program MBG. Jika ada masalah dalam pelaksanaannya, yang harus diperbaiki adalah masalahnya. Bukan serta-merta mematikan program. Pengawasan harus diperketat, transparansi harus diperluas, standar kualitas harus dijaga dan setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan.


Pada akhirnya membangun manusia berkualitas dan berintegritas memang membutuhkan proses. Tidak ada jalan pintas. Proses itu butuh waktu.

Anak-anak yang hari ini menerima makanan bergizi adalah generasi yang sedang kita siapkan untuk masa depan. Mereka mungkin belum memberikan apa-apa kepada negara hari ini. Tetapi beberapa tahun atau beberapa dekade ke depan, merekalah yang akan menjadi guru, dokter, petani, pengusaha, teknisi, birokrat, ulama, pendeta, pemimpin dan berbagai profesi yang akan menggerakkan negeri.


Maka, melihat MBG hanya dari berapa harga seporsi makanan adalah cara pandang yang terlalu sempit.

Kita perlu melihat dampak jangka panjangnya: kesehatan anak, kualitas sumber daya manusia, pasar bagi produksi dalam negeri, lapangan pekerjaan, dan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.


Tentu kita semua harus mengambil peran sesuai kemampuan dan bidang kita masing-masing. Pemerintah bertanggung jawab memastikan kebijakan berjalan dengan benar. Pelaksana bertanggung jawab menjaga kualitas dan integritas. Masyarakat berhak mengawasi. Media berperan memberi informasi dan kritik yang sehat. Para pelaku usaha, petani, nelayan, serta peternak dapat menangkap peluang yang muncul.

Kritik dibutuhkan. Kritik bahkan bagian penting dari demokrasi dan perbaikan kebijakan. Tetapi kritik yang baik bukan sekadar caci maki. Kritik yang baik menunjukkan masalah sekaligus menawarkan solusi.


Kita boleh berbeda pendapat tentang MBG. Kita boleh mengkritik pelaksanaannya. Kita boleh menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Namun jangan sampai perdebatan tentang kekurangan membuat kita kehilangan pandangan terhadap tujuan besarnya: membangun manusia Indonesia, Investasi Sumber Daya Manusia (human investment).


Sebab sebuah negeri tidak hanya dibangun dengan jalan, gedung, pelabuhan, bandara dan infrastruktur. Negeri juga dibangun dari manusia yang sehat, terdidik, berkarakter, dan memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Mungkin hari ini yang kita lihat sepiring makanan.

Tetapi di balik sepiring makanan itu, ada petani yang menanam, ada nelayan yang melaut, peternak yang memelihara, pekerja yang memasak, pengemudi yang mengantar, dan anak-anak yang dipersiapkan untuk masa depan negeri.

Dan mungkin, di balik semua itu, ada sesuatu yang lebih besar: Harapan untuk Negeri.


Semoga MBG terus diperbaiki, terus diawasi, terus dibangun dengan tata kelola yang lebih baik dan benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia.

Semoga kita juga mampu menjaga keseimbangan: berani mengkritik ketika ada yang salah, tetapi tidak kehilangan harapan ketika melihat tujuan yang baik.

Karena membangun negeri, apalagi membangun mental, membangun karakter, bukanlah pekerjaan sehari dua hari.

Ia adalah proses. Dan proses itu membutuhkan waktu. Kesabaran, keberanian untuk memperbaiki, serta kemauan untuk terus melangkah berjalan mencapai tujuan.

Semoga.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/makan-bergizi-gratis-bukan-hanya-sekadar-makanan-yang-tersaji-namun-harapan-untuk-negeri.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki