Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Opini
  • Menumbuhkan Rasa Peduli dengan Jum'at Berbagi di SMA Negeri 2 Tanah putih

OPINI

Menumbuhkan Rasa Peduli dengan Jum'at Berbagi di SMA Negeri 2 Tanah putih

Laporan:Irma Suriati Damanik, S.Pd
Admin
Sabtu, 28 Jan 2023 16:32
Oleh  Irma Suriati damanik, S.Pd
(Guru Bahasa Indonesia di SMAN 2 T.Putih)


Setiap manusia  kodratnya adalah suka menerima. Saat kita menerima pemberian seseorang kita akan merasa senang, merasa diperhatikan  dan disayangi.  Namun tidak untuk berbagi.  Masih banyak diantara kita sangat enggan berbagi, karena masih belum memasukkan ke hati tentang manfaat berbagi. . Manusia pada umumnya masih beranggapan bahwa saat berbagi  akan berkurang satu jatah yang seharusnya kita miliki.  Misalnya, saat kita memiliki 20 buah pisang goreng, jika kita bagi  pada orang 10 buah, maka akan berkurang  jatahnya yakni tinggal 10 buah. Begitu juga jika kita memiliki uang 20 ribu maka otomatis uang di tangannya tinggal 10 ribu.  Begitulah asumsi manusia. Kita lupa bahwa kalkulasi manusia akan berbeda dengan kalkulasi Allah.

Kecenderungan  sifat manusia seperti itu jika kita biarkan, maka akan membuat kita menjadi kikir, egosentris dsn hanya mementingkan diri sendiri.  Maka SMA N 2 Tanah Putih sebagai sebuah lembaga resmi yang akan mencetak pemimpin bangsa ini, membuat sebuah gebrakan, meski tampak sederhana namun bermakna, yakni dengan membuat kegiatan Jumat Berbagi.  Setiap hari Jumat, siswa mengumpulkan infak, uang yang terkumpul dialokasikan menjadi 3,untuk anak yatim /miskin, untuk kegiatan Keagamaan  dan untuk Jumat berbagi.

Jumat berbagi di kordinir oleh Rohis SMANDA dengan bimbingan Pembina Osis dan guru agama. Setiap hari kamis, Rohis sudah menbuat draf  makanan yang akan di beli dan kemudian di salurkan pada hari Jumat pagi.Rohis juga membuka kesdempatan pada kelas kelas yang akan menymbangkan uang atau makanan. Biasanya kegiatan tersebut dikordinir oleh wali kelas masing masing.

Selain itu guru guru juga berpartisipasi untuk memberikan sumbangan berupa makanan yang telah di kemas dan siap dibagikan kepada seliruh warga sekolah. Jumat pagi sudah banyak terkumpul di meja yang telah disiapkan Rohis makanan seperti nasi goreng, mie goreng, puding, bermacam kue dan lainnya. Makanan yang sudah terkumpul dibagikan oleh anggota Rohis pada  siswa yang datang duluan. Mereka berbaris rapi sambil memberikan kue pada siswa dengaan senyum terbaik mereka. 

Selain berbagi makanan setiap jumat pagi, SMAN 2 Tanah  Putih juga berbagi untuk anak yatim/ piatu dan fakir miskin yang diberikan setiap Jumat diakhir bulan. Siswa di data oleh guru agama dan wali kelas, siapa siswa yang berhak mendapatkan santunan tersebut. Siswa yang menerima santunan tidak bersifat menetap, namun bergantian sesuai dengan jumlah uang yang terkumpul dan disesuaikan juga dengan urutan , mengingat di SMA N 2 Tanah Putih masih banyak yang tergolong kurang mampu. 

Meskipun berbagi adalah kegiatan sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi orang lain. Sehingga momen berbagi akan melatih anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. Selain itu, berbagi bisa dijadikan cara anak mengekspresikan kepedulian mereka terhadap orang lain atau lingkungan. Siswa SMA N 2 tanah Putih yang  berasal dari latar belakang  ekonomi yang  berbeda  dan tempat tinggal  dengan jarak tempuh yang berbeda membuat mereka berangkat sekolah kadang belum sempat sarapan. Momen Jumat berbagi tersebut dimanfaat kan siswa siswa dengan datang lebih awal agar mendapat berkah Jumat. Sedangkan bagi siswa atau guru  yang telah berinfkak membuat mereka untuk bersyukur bahwa saat ini masih bisa memberi.    Selain itu, dengan berbagi akan mengajarkan pada bahwa berbagi tidak akan membuat Ia kehilangan sesuatu yang Ia miliki. Namun, berbagi justru akan melatih sikap ikhlas anak kepada sesama sejak dini.

 Jiwa  sosial  dan peduli terhadap orang lain juga akan berdampak bagi anak karena telah  mengajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini, penting untuk membekali mereka agar tumbuh secara menyeluruh. Dengan melatih anak berbagi sejak dini, Ia akan tumbuh menjadi anak yang produktif dan memiliki jiwa sosial di masa depannya. Selain itu mengajak anak berbagi kepada orang-orang yang mengalami kesulitan , adalah hal yang bagus untuk menumbuhkan rasa peduli mereka. Anda bisa mengajak anak berbagi mainan, atau makanan kepada orang-orang yang terdampak pandemi. Dengan begitu anak akan memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain.  Tamak adalah sikap yang sangat tidak baik. Oleh karena itu, penting untuk kita  mengajarkan anak berbagi kepada sesama sejak dini. Anak yang memiliki sikap tidak tamak, akan lebih mudah untuk bersimpati dan membagikan sesuatu miliknya kepada orang lain.

 Berbagi tidak akan membuat kita miskin, karena kalkulasi manusia tidak sama dengan kalkulasi Allah.  Justru dengan berbagi akan diganti Allah , hal ini pun diungkapkan dalam sebuah hadits. Artinya: "Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdoa, "Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak." Malaikat yang lain berdoa, "Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah." (HR Bukhari dan Muslim). 










komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.