Yuan Tiongkok Mata Uang Internasional
Sabtu, 12 Des 2015 09:13
Indonesia termasuk negara besar baik luas wilayah, jumlah penduduk dan dukungan sumber daya alam. Pada 1970, ekonomi Indonesia lebih kuat dibandingkan Tiongkok. Namun, kini pada 2015 keadaan berbalik. Tiongkok menyumbang 15 persen lebih Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dengan nilai 10 triliun dollar AS, nomor 2 setelah Amerika Serikat yang menyumbang PDB global 17,5 triliun dollar. Kini mata uangnya resmi menjadi salah satu mata uang aset cadangan internasional resmi bersama dollar Amerika Serikat, yen Jepang, euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris.
Di saat yang sama, kekuatan ekonomi Indonesia hanya berkisar 200 miliar dollar AS. Tidak ada apa-apanya dan hanya lima persen dibandingkan 10 triliun dollar ekonomi Tiongkok. Di samping itu, utang Indonesia per triwulan III-2015 sudah mencapai US$ 302,4 miliar atau setara Rp4.082 triliun. Lebih parah lagi, menurut data dari The Richest, rupiah merupakan 15 mata uang dengan nilai terendah di dunia. Bahkan nilai mata uang rupiah terendah nomor 4 di antara 180 negara setelah Iran, Vietnam dan Sao Tome. Kurs terbaru 1 dollar AS sama dengan Rp13.600. Sementara 1 dolar AS setara 6,5 yuan Tiongkok.
Belajar dari Tiongkok
Tiongkok termasuk negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia secara konsisten yaitu rata-rata 7 persen per tahun. Segala upaya dilakukan pemerintah Tiongkok untuk memperkuat ekonominya. Tiongkok menganut sistem komunis yang dipadukan dengan kapitalis. Pemerintah mengontrol aset-aset ekonomi negara, namun juga membuka diri terhadap arus modal dan investasi asing dan mereformasi ekonominya secara besar-besaran.
Langkah tersebut dimulai sejak Deng Xiaoping Sidang Pleno Ketiga (Third Plenum) Kongres Partai Komunis Tiongkok ke-11 pada 1978 menyetujui kebijakan ekonomi pintu terbuka. Kebijakan tersebut direalisasikan dalam program pembangunan infrastruktur pedalaman, mendorong investasi domestik dan asing, menarik investasi perusahaan sukses di pesisir masuk ke pedalaman, dan memasuki era industrialisasi di berbagai sektor baik industri ringan berbasis manufaktur yang memproduksi mainan anak-anak, perkakas rumah tangga, barang elektronik, alat transportasi hingga industri berat membutuhkan teknologi tinggi dan rumit seperti produksi pesawat terbang, satelit, dan nuklir.
Pemerintah Tiongkok menggenjot dan mendukung kekuatan produksi mulai terkecil sekelas UKM hingga skala besar korporasi. Hasilnya, berbagai macam produk di pasar dunia baik kios kecil, toko, supermarket hingga mall dibanjiri produk-produk buatan Tiongkok berlabel 'made in China'. Pemerintah Tiongkok juga benar-benar melindungi ekonominya dengan tidak membuka diri sebelum kekuatan ekonomi dalam negerinya siap bersaing di kancah global. Hal ini perlu dicontoh Indonesia agar memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri terlebih dahulu baik pertanian, industri dan jasa hingga benar-benar kuat dan mampu bersaing secara global, barulah membuka diri dalam bentuk pasar bebas baik MEA, TPP maupun ACFTA..
Selain itu, Pemerintah Tiongkok juga serius memberantas korupsi dengan menjatuhkan hukuman mati. Karena sadar korupsi merusak mental, menghambat pembangunan dan dana menghancurkan investasi pembangunan.Sejak Presiden Tiongkok Xi Jinping menjabat pada 14 Maret 2013, ia bertekad memberantas korupsi dengan mati. Menurut data Amnesti Internasional, sedikitnya 4000 koruptor dihukum mati di Tiongkok tiap tahunnya. Indonesia bisa belajar dari Tiongkok soal memberangus korupsi yang sudah menggurita. Mungkin hukuman mati efektif untuk menghukum koruptor di Indonesia yang suka mengkorupsi uang negara, bantuan sosial, dan dana pembangunan.
Keunggulan lain negara Tiongkok adalah sikap ulet, kerja keras, pantang menyerah dan mampu beradaptasi. Hal tersebut menciptakan kekuatan mental luarbiasa mendorong pemerintah, tenaga kerja dan pengusaha Tiongkok berhasil menciptakan kekuatan ekonomi luar biasa yang tidak hanya berbasis pemerintah - pengusaha, tetapi juga berbasis kekuatan ekonomi rakyat banyak berupa industri manufaktur rumahan hingga industri skala besar pabrik besar. Indonesia dapat meniru dengan mendukung UKM dan industri swadaya masyarakat seperti batik, industri kerajinan tangan, perkakas rumah dan lain-lain yang dikelola rakyat untuk dapat bersaing di pasar global.
Keunggulan lainnya adalah sikap hemat. Terbukti Tiongkok adalah negara yang memiliki cadangan devisa terbesar di dunia mencapai US$1 triliun. Selain itu, Tiongkok juga menggenjot sektor pendidikan dan riset dengan anggaran mencapai 2 persen dari PDB nya. Sehingga pendidikan dan hasil riset Tiongkok semakin memperkuat dan memperkokoh ekonomi dan inovasi produk industrinya. Bahkan, riset Tiongkok merupakan terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat di berbagai bidang baik pertanian, manufaktur, industri, kesehatan, mesin, sains, humaniora dan lain-lain. Indonesia juga harus memberikan porsi pehatian besar terhadap sektor pendidikan dan riset jika ingin maju dan bersaing di kancah global.
Indonesia Mandiri
Indonesia memiliki peluang besar mengikuti langkah Tiongkok menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi stabil dan mampu bersaing di pasar global. Tentunya terlebih dahulu membenahi berbagai sektor di dalam negeri seperti infrastruktur, ketersediaan energi, daya saing industri, pertanian, pendidikan, kesehatan dan program konkret memajukan ekonomi kerakyatan. Karena mayoritas ekspor Indonesia masih dalam bentuk bahan mentah dan memiliki nilai jual rendah. Akan lebih baik jika dapat diolah menjadi bahan jadi lewat industrialialisasi dan hasil inovasi yang dihasilkan oleh riset dan dipasarkan dengan keunggulan daya saing produk.
Mustahil berharap ekonomi dan mata uang Indonesia kuat dan stabil tanpa kemandirian dan keunggulan daya saing baik produk ekspor maupun tenaga kerja. Namun, hal itu dapat terwujud bila pemerintah tegas bergegas membenahi segala sektor baik daya saing tenaga kerja, daya saing produk, kemampuan mengelola kekayaan alam dan tambang secara mandiri, pemberantasan korupsi dan didukung SDM yang berlatar belakang keterampilan dan pendidikan yang baik.(analisadaily.com)
Opini
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p